10 Tips Pola Asuh Modern untuk Orang Tua Jaman Now

10 Tips Pola Asuh Modern untuk Orang Tua Jaman Now

Nur AK
11 Feb 2018
Dibaca : 1649x
Kebutuhan anak zaman dulu pasti berbeda dengan kebutuhan anak zaman sekarang.

Orangtua pastinya ingin memberikan pola asuh yang terbaik untuk anaknya. Apalagi di dunia yang serba canggih saat sekarang ini, tekanan pola asuh modern mungkin membuat banyak orangtua merasa galau dan bingung bagaimana menerapkan metode parenting yang tepat.

Kebutuhan anak zaman dulu pasti berbeda dengan kebutuhan anak zaman sekarang. Hal itu yang membuat sebagian dari orangtua merasa khawatir dengan anaknya. Namun, bagi seorang anak, tetap saja yang diutamakan adalah kasih sayang dan perhatian dari orangtaunya.

Berikut adalah beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk memperbaiki pola asuh anak agar anak tidak mudah tergerus oleh dampak negatif dari pergembangan teknologi, dilansir dari lifestyle.kompas.com, Minggu (11/2/2018), di antaranya:

1. Batasi memegang gadget saat bersama anak

Setiap keluarga mungkin telah membuat batasan durasi anak menggunakan gadget setiap hari, namun kebanyakan orangtua lupa untuk membatasi dirinya sendiri.  Faktanya, anak-anak juga sadar dan merasa bahwa orangtua mereka kurang memberi perhatian utuh saat sedang sibuk dengan gadgetnya. Hindari menggunakan gadget saat Anda sedang bersama anak dan buat interaksi yang nyata dengannya.

2. Hadir untuk anak

Saat sedang bersama anak, hadirlah untuk mereka. Buatlah hubungan yang nyata dengan anak-anak, menikmati waktu bersama dan mendengarkan ceritanya. Momen sederhana yang akan terus terekam sepanjang hidupnya. Anda bisa mengajaknya bermain, membacakan cerita, masak, olahraga bareng, atau ngobrol.

3. Merawat diri

Padatnya aktivitas membuat banyak ibu yang sebenarnya kelelahan. Banyak ibu yang merasa bersalah jika harus meluangkan waktu sendiri, padahal merawat diri sama pentingnya agar kita selalu memiliki energi untuk mengurus orang-orang tercinta. Anda bisa menghabiskan waktu sendiri, misalnya dua jam setiap minggu, untuk ke salon, ngopi dengan sahabat, atau hanya bersantai menonton drama korea setelah anak-anak tidur.

4. Jangan terlalu menyibukkan anak

Banyak orangtua yang mengikutkan anak-anaknya dalam berbagai aktivitas di luar sekolah. Walau kegiatan itu bisa memperkaya pengetahuan dan pengalaman anak, tetapi memberi waktu luang di rumah juga penting. Bagi anak, waktu luang itu bisa berarti waktu untuk rileks dan mengistirahatkan diri. Ia bisa bermain dengan adik atau kakaknya, menikmati waktu santi di kamar, atau berinteraksi dengan ayah ibunya. Anak pun tidak akan terlalu stres karena terlalu banyak stimulasi dan kegiatan.

5. Mendengarkan anak dengan sungguh

Mendengarkan anak merupakan salah satu cara untuk memahami mereka dan mengetahui apa yang mereka butuhkan. Anda mungkin akan mendapatkan kenyataan yang selama ini belum pernah diketahui tentang si kecil. Kuncinya adalah berhenti melakukan aktivitas lain dan dengarkan apa yang disampaikan anak. Beri tanggapan yang tidak membuat anak merasa malu karena sudah bercerita. Jika anak merasa orangtunya mau mendengarkannya, ia akan selalu datang kepada Anda saat senang atau sedih. Ini merupakan fondasi yang berharga untuk mendampingi anak melewati setiap tahap kehidupannya.

6. Berhenti mengejar kesempurnaan

Tidak membandingkan diri kita dengan orangtua lain adalah setengah dari pertempuran dalam modern parenting. Melihat Instagram ibu lain yang sempurna atau ibu di sekolah anak yang selalu terlihat aktif di sekolah anak, bisa membuat kita merasa "kurang" sebagai ibu. Berhentilah mengejar kesempurnaan. Lagi pula tidak ada "ibu sempurna". Fokuslah pada apa yang penting bagi Anda, karena yang dibutuhkan anak hanyalah "ada" untuk mereka.

7. Berhenti melakukan semua untuk mereka

Tak sedikit orangtua yang "melakukan terlalu banyak" untuk anak-anak mereka. Pola asuh tersebut tidak membantu anak menjadi mandiri dalam jangka panjang. Biarkan anak merasa bosan dan mencari cara menghibur diri sendiri. Ajarkan anak bagaimana mengambil sarapannya sendiri di meja makan, jangan langsung membantu mengerjakan peer sekolahnya kecuali ia memang butuh bantuan, serta berikan ia tugas pekerjaan rumah sesuai tingkat usianya.

8. Lakukan aktivitas dengan tiap anak

Aktivitasnya bisa sesuatu yang besar dan direncanakan atau kegiatan sederhana seperti naik sepeda keliling kompleks. Pilih satu kegiatan setiap minggu bersama satu anak, jika anak Anda lebih dari satu. Kegiatan bonding ini akan membuat mereka merasa spesial, berharga, dan mendapat perhatian penuh dari Anda walau waktunya singkat.

9. Bicara jujur tentang topik besar

Bersikaplah transparan untuk topik-topik besar dan tabu sejak anak masih kecil sangatlah penting. Misalnya saja membicarakan tentang seks, politik, kematian, atau bullying. Bersikap terbuka dan jujur akan menunjukkan pada mereka bahwa membicarakan topik itu adalah hal yang normal, dan yang terpenting mereka akan selalu mencari Anda saat punya pertanyaan tentang sesuatu yang sensitif atau privat.

10. Beri contoh

Sejak hari pertama anak lahir, Anda akan selalu menjadi role model-nya. Salah satu alasan mengapa anak selalu meniru orangtuanya adalah karena mereka ingin menjadi seperti Anda. Berilah contoh yang baik untuk mereka dengan menunjukkan perilaku yang memang Anda harapkan akan mereka miliki.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved