Tutup Iklan
SabunPemutih
  
2500 Warga Keturunan Di Filipina Kini Telah Resmi Berstatus Sebagai WNI

2500 Warga Keturunan Di Filipina Kini Telah Resmi Berstatus Sebagai WNI

Zeal
20 Des 2017
Dibaca : 190x
Alhamdulillah, selamat datang saudara kami!

LampuHijau - Sekitar 2500 warga keturunan yang berdomisili di Filipina kini telah secara resmi berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Mereka merupakan warga yang memiliki garis keturunan Indonesia yang telah lama menetap di wilayah Mindanao, tetapi tidak mendapat pengakuan sebagai warga negara oleh pemerintah Filipina. Alasan terjadinya hal tersebut ialah karena Filipina menganut asas Ius Sanguinis yakni asal keturunan menjadi faktor utama dalam menetapkan kewarganegaraan seseorang. Selain penetapan status kewarganegaraan, pemerintah Indonesia juga memberikan paspor bagi mereka. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri Indonesia Muhammad Iqbal pada Selasa(19/12).

“(Proses) sudah selesai, sekarang proses penerbitan paspor. Awal Januari 2018, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Retno Marsudi) akan memberikan secara simbolik bagi para PID (People of Indonesian  Descent) ini,” ucap Iqbal.

“Sebelumnya mereka tidak memiliki paspor, kartu identitas bahkan silsilah keluarga. Dokumen Filipina juga tidak ada,” lanjut Iqbal.

Dalam proses pelaksanaannya pemerintah Indonesia pun tidak serta merta hanya melakukan kegiatan tersebut sendiri, namun juga dengan menjalin kerjasama dengan pihak berwenang dan Kementerian Kehakiman Filipina.

Meskipun telah mendapatkan status kewarganegaraan Indonesia, ternyata mereka lebih memilih untuk tetap berdomisili di Filipina. Menyikapi hal tersebut Kementerian Luar Negeri RI pun mengaku siap untuk memberikan fasilitas bagi mereka.

“Persoalannya sekarang adalah kita sedang mengupayakan mereka mendapat izin tinggal, kalau bisa ya gratis. Beberapa kota sudah mau memberikan izin tinggal tersebut,” ucap Iqbal.

Dari sekitar 2500 warga tak semuanya memutuskan untuk tetap tinggal di Filipina, ada juga yang menghendaki untuk pulang ke tanah air, dengan demikian tindakan yang akan di lakukan oleh pemerintah Indonesia adalah dengan melakukan pendataan dan persiapan pemulangan warga.

“Pemulangan tidak sederhana karen perlu kesiapan pemerintah daerah untuk menerima mereka. PID di Filipina sudah tidak memilikii akar keluarga di Indonesia dan tidak lagi punya keluarga di Indonesia sehingga sulit (untuk kembali),” ujarnya. [Isn/Red]

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
JusKulitManggis