4 Cara Agar Tetap Sehat di Depan Televisi

4 Cara Agar Tetap Sehat di Depan Televisi

Maman Soleman
1 Feb 2018
Dibaca : 503x
Kebiasaan Buruk Saat Menonton Televisi Bisa Menimbulkan Masalah Kesehatan.

Semua rumah hampir dipastikan memiliki televisi. Televisi yang sempat dijuluki kotak ajaib saat pertama kemunculannya, telah menjadi altematif hiburan utama, meskipun saat ini sudah bermunculan gawai yang juga menjadi pengisi waktu luang. Namun, berhati-hatilah dengan dampak buruk kebiasaan menonton televisi bagi kesehatan tubuh kita. Apalagi, kalau kebiasaan menonton televisi itu sudah memasuki taraf kecanduan. Bangun tidur menonton, waktu luang menonton, mau tidur pun harus menonton televisi. Bagaimana cara agar tetap sehat di depan televisi walaupun sering nongkrong berlama-lama?

Saat ini, stasiun televisi lokal maupun televisi berlangganan semakin banyak. Beragam program siaran pun ditawarkan di ruang-ruang di dalam rumah kita. Di ruang keluarga, di kamar tidur, atau mungkin di dapur, ada televisi yang dipasang. Mata, otot leher, otot pundak, dan tulang punggung adalah bagian tubuh yang lebih dulu terdampak negatif akibat kebiasaan buruk menonton televisi. Bila kebiasaan itu terus belanjut dalam jangka waktu lama, maka akan lebih banyak lagi bagian tubuh yang menderita.

Berikut akan disajikan 4 cara agar tetap sehat di depan televisi sebagai bahan kajian.

Alihkan Pandangan Minimal 15-30 menit

Terlalu lama menonton televisi akan membuat mata lelah bekerja. Mata membutuhkan pengalihan pandangan setidaknya 15-30 menit. Kalau sedang menonton sampai berlama-lama, biasanya kita jadi jarang berkedip. Padahal, kita harus berkedip untuk membasahi bola mata. Akibatnya, mata akan mudah teriritasi. Dampak jangka panjangnya, akan timbul gangguan mata.

Atur Jarak Ideal Antara Televisi dan Penonton

Selain memberikan waktu bagi mata beristirahat dengan mengalihkan pandangan dari televisi, jarak menonton juga sangat penting. Aturan umumnya, jarak ideal antara televisi dan penontonnya adalah 5-6 x panjang diagonal televisi itu.

Bila televisi besar dan kita menonton dalam jarak dekat, maka mata akan mudah perih dan cepat lelah. Bila terlalu jauh, maka kita akan sering memicingkan mata dan memaksa mata untuk menangkap gambar yang jauh.

Atur Pencahayaan

Faktor pendukung lainnya supaya kegiatan menonton tidak mengganggu kesehatan mata adalah cahaya. Ruangan harus memiliki cahaya yang cukup saat menonton. Cahaya dari televisi pun diatur supaya tidak terlalu tajam.

Biasakan Menonton Televisi dengan Posisi Anatomis

Kesehatan tubuh akan bergantung pada posisi kita saat menonton televisi. Biasakanlah menonton televisi dengan posisi anatomis yang baik sehingga tidak menitikberatkan beban tubuh ke satu sisi.

Misalnya, ada yang senang menonton sambil rebahan? Posisi itu membuat posisi televisi lebih tinggi dari mata, maka kecenderungannya kita akan memberi beban berlebih pada otot leher. Lalu, ada juga yang terbiasa menonton dengan posisi miring, maka akan berdampak buruk pada otot pundak dan tulang belakang.  

Biasakan duduk dengan posisi punggung rata dan berhadapan langsung dengan layar. Kalau letak kursi di ruang televisi memang miring, posisi tubuh harus menyesuaikan sendiri. Posisi miring juga akan membuat mata hanya melihat dari satu sisi sehingga membuat otot mata kelelahan.

Televisi memang hasil teknologi yang memiliki manfaat, asalkan diperlakukan sebagaimana mestinya. Jangan sampai, kita kecanduan dan bergantung pada televisi Jadilah penonton bijak untuk kesehatan tubuh dan pikiran.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2021 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2021 LampuHijau.com
All rights reserved