4 Pencuri Satroni Rumah Polisi, Ketahuan Istri Polisi Dikasih Tembakan Peringatan Malah Menyerang Pake sajam

4 Pencuri Satroni Rumah Polisi, Ketahuan Istri Polisi Dikasih Tembakan Peringatan Malah Menyerang Pake sajam

Admin
1 Nov 2017
Dibaca : 770x
Polisi kena luka bocak tapi satu pelaku tertangkap, tiga lainnya kabur

LampuHijau – Nyawa Aiptu Joni Walker, Bintara Subbid Provos Bid Propam Polda Bengkulu nyaris saja melayang. Ini terjadi saat ia berusaha menangkap empat pelaku percobaan curanmor di rumahnya Jalan Kuala Lempuing RT/RW 12/03 Nomor 24 Kelurahan Lempuing Kecamatan Ratu Agung, kemarin dinihari.

 

Joni yang pernah menjabat sebagai Kepala Pos Polisi Pelabai Polres Lebong ini, mengalami luka bacok di bagian kepala dan paha harus mendapat perawatan medis di RS Bhayangkara. Namun kondisinya saat ini sudah mulai stabil dan sudah bisa diajak berkomunikasi, meskipun masih menjalani perawatan.

 

Upaya dia bersabung nyawa tersebut tidaklah sia-sia. Satu pelaku berhasil dibekuk dan saat ini sudah ditahan di Polres Bengkulu. Pelakunya adalah Efendi (29) warga RT/RW 05/04 Kelurahan Kota Padang, Kecamatan Kota Padang Kabupaten Rejang Lebong.

 Kapolda Bengkulu Brigjend Pol Drs. Coki Manurung, SH, M.Hum didampingi Kabid Humas AKBP Sudarno mengatakan, mendapatkan laporan dirinya langsung melihat kondisi korban di RS Bhayangkara. ‘’Benar, anggota kita dari Bid Propam mengalami luka bacok dan sudah mendapatkan perawatan. Untuk pelaku satu orang berhasil dibekuk dan sudah diamankan di Polres Bengkulu,’’ ucap Coki.

 

Ditambahkan Direktur Reskrimum Polda Bengkulu Kombes Pol Drs. A. Rafik, MH, bahwa mereka sudah mengantongi identitas para pelaku yang berhasil kabur. Personel mereka bersama Tim Buser Polres Bengkulu sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya. ‘’Mudah-mudahan bisa segera kita bekuk 3 pelaku lainnya. Untuk satu pelaku sudah diamankan di Polres Bengkulu bersama barang bukti 2 unit motor matic dan parang yang digunakan pelaku mengenai korban,’’ singkat Rafik.

 

Data terhimpun, kejadian bermula saat pelaku bersama 3 rekannya (kabur) melakukan percobaan pencurian motor Honda Revo milik korban yang ada di teras dalam pagar rumah. Kejadian diperkirakan pukul 03.30 WIB dan saat itu, istri korban Deti Herlinda curiga mendengar ada suara berisik diluar rumah.

 

Selanjutnya, sitri korban memberitahukan kepada korban dan benar, ternyata di teras rumah ada pelaku yang berusaha mencuri motor revo miliknya tersebut. Korban sontak langsung berteriak maling dan mengejar pelaku yang ternyata tidak sendirian, sembari membawa senpi miliknya dan mengeluarkan tembakan peringatan. Terdengar suara tembakan 3 kali. 

 

 

Korban dan pelaku Efendi sempat duel. Efendi mengeluarkan senjata tajam jenis dan membacok koban. Hingga mengenai kepala korban serta paha kanan korban dan membuat korban bersimbah darah. Meski akhirnya pelaku berhasil ditangkap korban bersama warga.  

 

Tetangga korban, Rustam mengakui Joni sempat mengeluarkan tembakan peringatan. “Namun ternyata pelaku malah menyerang dengan senjata tajam,’’ kata Rustam.

 

Sedangkan 3 pelaku lainnya berhasil kabur ke arah masjid yang ada tidak jauh dari rumah korban. Sedangkan 2 unit motor matic ditinggalkan rekan pelaku dalam kondisi masih hidup. Warga yang akhirnya menyadari kalau ternyata korban mengalami luka bacok di bagian kepala dan luka di kaki serta tangan karena bergulat dengan pelaku, langsung membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara. Pelaku sendiri langsung diamankan dan sempat mendapatkan perawatan karena wajahnya yang sudah babak belur karena dipukuli massa.

 

Ketua RT 12 dimana korban tinggal, Hanafi mengatakan, sebenarnya warga sekitar lingkungan mereka jam 12 malam sempat melihat para pelaku masuk ke gang-gang yang ada di lingkungan mereka. Namun warga saat itu tidak curiga bahkan tidak menyangka kalau ternyata mereka akan melakukan tindak kejahatan.

 

‘’Tidak disangka-sangka (kejadian, red), karena selama ini kondisi lingkungan RT 12 ini terbilang cukup aman. Tapi tadi malam (Senin malam, red) warga melihat mereka sudah mutar di gang-gang yang ada di sekitaran lingkungan kita ini, tapi warga tidak menaruh curiga. Saya juga sempat terbangun dan keluar rumah pukul 02.30 WIB tapi tidak ada yang mencurigakan. Baru sekitar pukul 03.00 WIB saya terbangun karena ada suara tembakan dan warga banyak yang datang melapor,’’ terang Hanafi.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2020 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2020 LampuHijau.com
All rights reserved