Aesthetic Outlook 2018: Suntik Botox, Filler, atau Tanam Benang menjadi Tren di Dunia

Aesthetic Outlook 2018: Suntik Botox, Filler, atau Tanam Benang menjadi Tren di Dunia

Nur AK
12 Jan 2018
Dibaca : 581x
"Ini akan menjadi trend di dunia. Tidak hanya Asia atau Indonesia," kata dr Lanny Juniarti.

Dalam cara Aesthetic Outlook 2018 di bilangan Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018), President Director Miracle Group, dr Lanny Juniarti menuturkan terapi estetika wajah yang permintaannya paling tinggi, adalah suntik botox, filler, atau tanam benang, setiap tahunnya meningkat sekitar 15 persen.

Ia juga menambahkan, menurutnya, perawatan kecantikan non-bedah yang bertujuan untuk mengoreksi bentuk wajah atau meremajakan penampilan diprediksi masih menjadi terapi yang paling banyak dicari di tahun 2018.

"Ini akan menjadi trend di dunia. Tidak hanya Asia atau Indonesia," kata dr Lanny Juniarti.

Menurut Lanny, kebutuhan orang untuk membuat wajah lebih ideal cenderung terus bertambah. Trend juga bergeser, tak lagi sebatas memiliki bentuk "V Shape" namun memiliki bentuk wajah ideal dari berbagai sudut.

"Kalau bicara V Shape, hanya dua dimensi," imbuhnya.

Dijelaskan oleh Lanny, mereka datang ke klinik kecantikan, bukan untuk mengoreksi problem-problem kecantikan, melainkan untuk beautification atau memiliki wajah yang lebih estetik.

"Untuk filler bibir dan hidung, pada usia anak-anak SMA karena biasanya pressure dari peer groupnya mulai besar dan mereka mulai menyadari pentingnya penampilan," jelas Lanny mencontohkan.

Untuk diketahui, batasan usia minimal untuk melakukan prosedur tersebut adalah 17 tahun. Hal itu mempertimbangkan salah satunya kondisi psikologis pasien. Menurut Lanny, selama dikerjakan oleh dokter yang kompeten, prosedur tersebut aman.

Perlu Anda ketahui pula, bibir menjadi salah satu bagian yang paling banyak diminta dalam proses beautification. Selebritis seperti Kylie Jenner menjadi salah satu yang "menginspirasi" para milenial tersebut mengubah bentuk bibirnya.

"Bibirnya ingin lebih seksi karena pengaruh lipstiknya Kylie Jenner. Faktor lain adalah pengaruh media, marketing brand produk kecantikan, dan peer pressure karena ingin diakui society-nya," ucapnya.

Faktor lain yang mendorong trend perawatan wajah adalah perkembangan media sosial yang membuat orang-orang tak hanya mengambil foto, tapi juga video. Hal itu selaras dengan perkembangan teknologi masa kini. Dengan demikian, jika dulu perawatan estetika kebanyakan dilakukan oleh orang usia 35 hingga 45 tahun, saat ini, trennya bergeser pada kaum milenial.

Namun, sejatinya fungsi utama dari suntik botox, filler, atau tanam benang untuk membenahi paras wajah yang ditujukan kepada orang yang terkena masalah wajahnya akibat kecelakaan atau bawaan kelainan bentuk wajah sejak kecil.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2020 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2020 LampuHijau.com
All rights reserved