Akhir Tahun 2017: Progres Pembangunan BUI Kertajati Mencapai 80%

Akhir Tahun 2017: Progres Pembangunan BUI Kertajati Mencapai 80%

Nur AK
23 Des 2017
Dibaca : 320x
Pembangunan untuk sisi darat di bawah tanggung jawab PT BIJB yang menjadi pelaksana pembangunan ini.

Progres pembangunan Bandar Udara Internasional Jawa Barat di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, telah mencapai 80 persen di akhir tahun 2017 ini. Capaian untuk sisi darat itu, tercatat per Minggu, 17 Desember 2017.

"Terkait progress untuk sisi darat, sampai dengan 17 Desember ini sudah mencapai 80 persen," ungkap Kepala Bidang Humas dan Umum Unit Manajemen Proyek PT. BIJB Rizkita Tjahjono Widodo, Kamis, 21 Desember 2017.

Pembangunan untuk sisi darat di bawah tanggung jawab PT BIJB yang menjadi pelaksana pembangunan ini, dibagi ke dalam tiga paket pengerjaan.

Paket pertama yang digarap PT Adhi Karya (persero) Tbk. meliputi pekerjaan infrastruktur berupa ramp simpang susun, jalan, drainase, dan lansekap sudah rampung 100 persen.

"Paket satu untuk lingkup pekerjaan infrastruktur ini sudah mencapai 100 persen," jelas Dodo.

Paket dua meliputi pembangunan utama yakni terminal penumpang sudah hampir dicapai tiga perempatnya atau sekitar 73,2 persen. Paket dua dengan penyedia jasa dari KSO Wijaya Karya dan Pembangunan Perumahan Properti, saat ini masih fokus merampungkan atap yang menyerupai ekor merak. Atap inilah yang nantinya akan menjadi ikon bandara pemilik three letter code KJT dari lnternasional Air Transport Association.

"Paket dua ini kita bicara soal terminal, interior, pekerjaan facade dan atap boarding lounge yang Awal Februari semua rangka atap ini akan menutupi seluruh terminal," katanya. Pemasangan atap ini membentang 96 meter dengan menggunakan baja seamles.

Sementara untuk paket, tiga meliputi pembangunan gedung operasional yang dikerjakan Waskita Karya sudah mendekati sempurna yakni 92 persen. Waskita diberi tanggung jawab untuk mengerjakan sarana penunjang operasional bandara berupa incenerator, meteorologi, ground water tank, jalan kawasan, sub station dan perangkat keamanan kebakaran bandara.

Bergeser untuk kesiapan runway yang nantinya akan dibentangkan sampai 3.500 meter x 60 meter oleh Kementrian Perhubungan saat ini progresnya sudah lebih dari pada 90 persen. Dengan panjang runway tersebut mempertegas bahwa kehadiran BIJB yang diproyeksikan menjadi bandara haji di 2018 bisa didarati pesawat berbadan lebar.

Begitu juga dengan fisik pembangunan tower sebagai fasilitas navigasi penerbangan yang dioperasikan Airnav sudah hampir rampung. Tower dengan ornamen kujang tersebut saat ini tinggal dilakukan finishing.

Melihat pembangunan fisik secara keseluruhan yang sudah dicapai per akhir 2017, ia meyakini, seluruh pengerjaan baik dari sisi darat dan udara bisa rampung sesuai target, yakni awal 2018.

"Target sesuai dengan apa yang disampaikan direksi bahwa soft launching bisa dilakukan April dan grand launching yakni Juni 2018," ucap Dodo.

Pembangunan yang terlaksana sesuai target BIJB yang beroperasi pada pertengahan 2018 bahkan menjadi embarkasi haji optimis dapat terlaksana.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved