Akun Twitter Jokowi Dituding Dioperasikan oleh Konsultan Medsos Bayaran

Akun Twitter Jokowi Dituding Dioperasikan oleh Konsultan Medsos Bayaran

Nur AK
17 Mei 2018
Dibaca : 264x
Kritikan itu muncul sejak viralnya komentar Jokowi ke akun JKT 48. Arief masih menganggapnya untung bukan akun provokatif.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra, Arif Poyuono memberi saran kepada Presiden Jokowi untuk mengelola sendiri akun Twitter pribadinya. Pasalnya, jika orang lain yang mengoperasikan akun twitter milik Jokowi, hal itu telah menyalahi aturan penggunaan medsos.

"Saran saya Joko Widodo operasikan saja sendiri akun twitternya, sebab menyalahi peraturan Twitter kalau dioperasikan sama orang lain," ujar Arief, Kamis (17/5/2018) dikutip dari Merdeka.

Kritikan itu muncul sejak viralnya komentar Jokowi ke akun JKT 48. Arief masih menganggapnya untung bukan akun provokatif.

"Untung saja twit-annya cuma tentang JKT48 kalau twit-annya terkait unsur kebencian dan sara atau ancaman bom bisa ditangkap Joko Widodo tuh," tuturnya.

Arief mengaku sudah lama mencurigai bahwa akun Twitter Jokowi dioperasikan konsultan medsos berbayar, bukan mantan Walikota Solo itu sendiri, karena membaca cuitannya yang bagus-bagus.

"Pantas saja tulisannya bagus-bagus, dari dulu sih saya sudah curiga akun Twitter Joko Widodo itu palsu alias dioperate sama konsultan medsos bayaran," ungkapnya.

Ia juga mencurigai kalau sejumlah followernya palsu, karena yang merespon cuitannya selalu itu-itu saja.

"Saya curiga juga tuh jangan-jangan followernya palsu juga kali sebab yang respons dukungan setiap ada cuitan dari akun Joko Widodo itu-itu aja tuh. Jangan-jangan followernya banyak pakai program robot kali ya," jelasnya.

Sebelumnya, akun Twitter resmi Presiden Jokowi, @jokowi mendapat sorotan tak seperti biasanya usai memposting tentang Senbatsu Uza pada Rabu (16/5/2018). @jokowi merespons postingan Twitter @Bebbyers tentang episode terbaru dari # Cerit48ebyOshi yang ke-15, dengan cuitan: "Wuooohh mantab! Jadi teringat deg2annya di momen Senbatsu Uza minggu lalu."

Apakah hal itu mitos atau fakta?

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved