Tutup Iklan
hijab
  
Ali Banat, Milyader Muslim yang Dermawan Bebas dari Penyakit Kankernya

Ali Banat, Milyader Muslim yang Dermawan Bebas dari Penyakit Kankernya

Nur AK
31 Mei 2018
Dibaca : 2170x
Ketika ia masih dalam keadaan sehat, Ali Banat terbiasa menjalani gaya hidup mewah yang selalu menggunakan barang-barang mahal.

Seorang pria Muslim dari Sydney, Australia, Ali Banat, meninggal dunia kemarin, Rabu (30/5/2018). Ali diketahui meninggal usai melawan penyakit kanker yang dideritanya.

Semasa ia hidup hingga menghembuskan nafas terakhirnya, Miliarder Muslim itu melakukan sejumlah hal yang mulia. Yakni dengan menyumbangkan harta kekayaan hasil dari bisnisnya, usai dirinya divonis oleh dokter bahwa hidupnya tak akan lama lagi.

Padahal, ketika ia masih dalam keadaan sehat, Ali Banat terbiasa menjalani gaya hidup mewah yang selalu menggunakan barang-barang mahal mulai dari pakaian buatan desainer ternama hingga mobil-mobil yang mencolok.

Sejak 3 tahun yang lalu, Ali didiagnosis mengidap kanker sehingga membuatnya mengambil keputusan untuk senantiasa berbuat baik semasa ia masih diberi kesempatan hidup oleh Tuhannya.

Caerita Video Ali

Semasa Ali menderita kanker, ia sempat merilis video yang bertajuk 'Gifted With Cancer'. Baru-baru ini, videonya menjadi viral setelah kematian menjemputnya.

Di dalam video tersebut, tampak kamar tidurnya yang mewah, sejumlah sepatu dari Louis Vuitton, perhiasan senilai puluhan dolar, dan Ferrarinya yang bernilai USD 60.000. Namun, Ali menurutkan bahwa semua kekayaan yang ia miliki tak akan ada artinya setelah dia dinyatakan sakit.

Dari situlah, Ali memutuskan untuk menyumbangkan kekayaannya melalui sebuah organisasi Muslim di Seluruh Dunia (MATW). Karena ia sadar, tak ada yang mungkin ia kejar apabila ia memiliki waktu hidup yang terbatas.

"Saat Anda tahu sedang sakit dan tidak punya banyak waktu untuk hidup, hal terakhir inilah yang ingin Anda kejar. Berbuat baik kepada semua orang, begitulah cara kita menjalani kehidupan sehari-hari," ungkapnya dalam video tersebut, dikutip dari metro.co.uk, Kamis (31/5/2018).

Ali juga bekerja keras untuk mencari sponsor agar semua donasi dapat ia salurkan ke sejumlah proyek demi mensejahterakan warga miskin. Puji tuhan, dengan donasi tersebut ia berhasil membangun rumah untuk lebih dari 200 janda, masjid, sekolah, rumah untuk 600 anak yatim piatu, rumah sakit atau pusat medis, hingga membantu pengembangan bisnis warga setempat.

Para sponsornya rata-rata tergabung dalam organisasi MATW, yang sekarang sudah membantu ribuan orang di sejumlah negara termasuk Togo, Ghana, dan Burkina Faso. Dari salah satu negara tersebut, Ali pernah mengunjungi Afrika untuk memberikan bantuan bagi orang-orang yang membutuhkan.

Untuk diketahui, sang dokter mengatakan waktu hidup Ali tinggal 7 bulan. Namun, Allah masih memberikan umur panjang kepadanya hingga 3 tahun sejak sel kanker bersarang di tubuhnya. Sehingga ia memiliki waktu yang lebih lama untuk memberikan manfaat bagi warga miskin hingga hembusan nafas terakhirnya, kemarin.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2018 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2018 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
JusKulitManggis