Anies Baswedan Nyatakan Perang Melawan Narkoba

Anies Baswedan Nyatakan Perang Melawan Narkoba

Admin
25 Nov 2017
Dibaca : 750x
Tempat Hiburan yang Terbukti jadi Peredaran Narkoba Bakal Ditutup


Lampuhijau.com - Penemuan 600.000 pil ekstasi asal Belanda yang baru dirilis kepolisian, Kamis (23/11) lalu diprediksi untuk stok malam pergantian tahun di sejumlah diskotek Jakarta. Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta, ada lebih dari 500 ribu orang pengguna narkoba, di mana 40 persen adalah karyawan dan 20 persen itu siswa.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan tegas menyatakan perang terhadap narkoba. Aksi penutupan Alexis dan Karaoke Diamond sebagai bukti ketegasan melawan narkoba.
"Menjadi komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memerangi peredaran narkoba," ujar Anies, Jumat (24/11). Anies mengatakan, telah menetapkan kebijakan zero tolerance atau tidak memberikan kompromi terhadap peredaran narkoba. 
Upaya ini dilakukan karena ibu kota menjadi sasaran peredaran barang haram itu. Salah satu langkah nyata lain adalah dengan mengaktifkan RW Siaga untuk memantau peredaran narkoba di pemukiman warga.
Selain itu juga mengoptimalkan peranan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) untuk melakukan pemantauan. Ketua FKDM Rico Sinaga memastikan akan mengerahkan 3.840 anggotanya untuk memantau peredaran narkoba, khususnya menjelang perayaan Tahun Baru di sejumlah pusat hiburan malam. 
Tempat yang akan diawasi, yakni apartemen dan juga tempat hiburan serta hotel. Apalagi, setelah terungkapkan keberadaan 600 ribu pil ekstasi asal Belanda.
"Kami akan pasang mata dan pasang telinga untuk mengendus narkoba lainnya yang kemungkinan beredar. Jika ditemukan langsung kami laporkan kepada aparat berwenang," kata dia.
Menurutnya, apartemen juga berpotensi sebagai tempat transaksi dan pemakaian narkoba. Dalam menjalankan tugas, Rico menginstruksikan anggotanya untuk berkoordinasi dengan RT da RW serta instansi terkait lainnya. 
"Kami akan turun langsung di setiap kelurahan hingga di pemukiman warga serta lokasi hiburan dan apartemen," tegasnya. Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Satpol PP DKI Jakarta Harry Aprayitno juga memastikan akan memantau dengan seksama lokasi-lokasi yang diprediksi sebagai sarang narkoba. 
Pihaknya, sesuai instruksi Gubernur Anies tidak akan ragu menindak tegas pelaku bisnis di Ibu Kota yang ikut terlibat dalam penyebaran narkotika. Itu dibuktikan dengan penutupan Diskotek dan Karaoke Diamond, karena terbukti dijadikan tempat memakai dan bertransaksi narkoba. 
"Kami sudah menutup Diakotek Diamond karena terbukti narkoba. Ini menjadi peringatan keras bagi lokasi hiburan lainnya agar tidak ikut menjadi tempat memakai narkoba," tegasnya.
Menanggapi ketatnya pengawasan hiburan malam, Anggota Asosiasi Pengusaha Hiburan Jackson Sitorus mengakui penemuan narkoba di sejumlah tempat hiburan malam dan berujung penutupan cukup berimbas pada pebisnis lain. Pelaku bisnis hiburan malam khawatir, kasus Diskotek Diamond dan Stadium akan merembet ke usahannya.
Terlebih dengan penemuan 600 ribu ekstasi asal Belanda oleh Bareskrim Polri yang informasinya akan digunakan memasok tempat hiburan saat malam Tahun Baru, membuat para pengusaha semakin resah. "Tentu kami ikut mengalami dampak dari maraknya penemuan narkoba di tempat hiburan. Kami sangat tidak menginginkan kondisi tersebut terjadi," ujar Jackson saat dihubungi, Jumat (24/11).
Jackson yang juga Direktur PT Pararaja tersebut mengatakan, saat ini setiap manajemen lokasi hiburan sepakat untuk ikut memperketat pengawasan terhadap peredaran narkoba di tempatnya masing-masing. Hal ini sebagai upaya agar mereka agar tidak mengalami nasib serupa seperti Diskotek Diamond dan Stadium yang ditutup karena narkoba. 
"Kami menginginkan situasi kondusif dan usaha berjalan lancar. Tidak boleh ada lagi peredaran narkoba di tempat hiburan malam di Ibu Kota," kata dia.
Lebih lanjut, Jackson yang juga Politisi PSI tersebut mengimbau kepada pengusaha hiburan malam yang masih bermain-main dengan peredaran narkoba untuk menghentikan aktifitas tersebut. Karena apa yang dilakukan itu dapat berimbas pada pengusaha yang baik dan taat pada aturan.
"Kasihan pengusaha yang selama ini menjalankan usahannya dengan jujur ikut terseret karena ulah segelintir oknum pengusaha nakal," tandasnya. 


Pengawasan Tempat Hiburan Malam Diperketat

1. Bareskrim mengungkap penyelundupan 600.000 ekstasi dari Belanda, Kamis (23/11) lalu.
2. Polisi memprediksi ekstasi tersebut bakal didistribusikan ke sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta jelang pergantian tahun.
3. Gubernur Anies sudah dengan gamblang menegaskan perang melawan narkoba sejak penutupan Alexis dan Diamond.
4. Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) mengerahkan 3.480 personel untuk mengawasi hotel, diskotek, dan apartemen jelang pergantian tahun.
5. Satpol PP juga memastikan akan menindak tegas pengusaha hiburan malam yang bandel dan terindikasi sebagai tempat peredaran narkoba. Pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap sejumlah titik lokasi tempat hiburan malam di Jakarta.
6. Asosiasi Pengusaha Hiburan juga memastikan akan memperketat pengawasan. Pihaknya juga mengimbau, agar pengusaha tempat hiburan malam dan hotel mengikuti aturan yang berlaku dengan menjalankan bisnis tanpa narkoba.
 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved