Tutup Iklan
obat kolesterol
  
Bagaimana Bisa Gen Mengungkap Kematian Seseorang?

Bagaimana Bisa Gen Mengungkap Kematian Seseorang?

Nur AK
22 Feb 2018
Dibaca : 88x
Baru-baru ini, penelitian dari Center for Genomic Regulation (CRG) di Barcelona, Spanyol menerangkan bahwa ternyata gen kita bisa memberi petunjuk kapan, tepatnya, kita mati.

Kematian adalah sesuatu yang bersifat gaib, tidak pernah ada yang mengetahui kapan tepatnya kematian menghampiri seseorang.

Baru-baru ini, penelitian dari Center for Genomic Regulation (CRG) di Barcelona, Spanyol menerangkan bahwa ternyata gen kita bisa memberi petunjuk kapan, tepatnya, kita mati. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications tersebut dihasilkan dari kombinasi analisis sampel yang luas dan pembelajaran menggunakan mesin.

Pada penelitiannya, para peneliti mengambil 9.000 sampel jaringan dari 39 donor. Hal itu bertujuan untuk melihat perubahan aktivitas gen yang terjadi setelah kematian. Dari gen tersebutlah, diperoleh informasi tentang waktu kematian seseorang dapat diketahui.

"Respon terhadap kematian organisme cukup spesifik," jelas Roderic Guigó, ahli biologi yang terlibat penelitian ini dikutip dari Science Alert.

Hasil dari penelitian ini disebutkan bahwa setelah kematian, aktivitas lebih dari 600 gen otot dengan cepat meningkat atau menurun. Sementara itu, terjadi sedikit perubahan aktivitas gen di otak atau limpa. Dari hal tersebut, Guigó, dan timnya menggunakan pola perubahan unik di setiap jaringan untuk kembali ke waktu kematian seseorang.

Untuk mengukur seberapa akurat prediksi tersebut, para peneliti kemudian juga mengembangkan pembelajaran menggunakan mesin. Pembelajaran dengan mesin ini menganalisis pola aktivitas gen dari 399 orang.

Selain itu, dari perangkat lunak yang mereka uji untuk memprediksi waktu kematian 129 orang lain, menunjukkan bahwa sebagian besar peningkatan atau penurunan aktivitas gen terjadi antara 7 sampai 14 jam setelah kematian. Salah satu contohnya adalah gen dalam darah.

Aktivitas gen mengalami pernurunan yang terlibat dalam produksi DNA, respon imun, dan metabolisme mengindikasikan bahwa waktu kematian terjadi sekitar 6 jam sebelum sampel diambil.

Guigó dan timnya mungkin perlu berterima kasih atas kemajuan terbaru dalam analisis genetika yang telah difasilitasi oleh penelitian paling mutakhir tentang gen manusia. Meski begitu, penelitian ini hanya awal untuk memanfaatkan petunjuk genom. Yang mereka sebut dengan latihan akademis.

Guigó juga menjelaskan, mungkin saja penyebab kematian dapat diketahui dengan melihat perubahan ekspresi gen.

Para peneliti berharap penelitian ini nantinya berguna dalam analisis forensik di rumah sakit. Dengan menentukan waktu kematian menggunakan gen akan menghilangkan ketidakpastian seputar penyelidikan kriminal dan akan mempercepat proses penyelidikan kriminal terhadap kasus pembunuhan.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2018 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2018 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
obat diabetes