Bagaimana Sosok AHY di Mata Publik?

Bagaimana Sosok AHY di Mata Publik?

Nur AK
23 Apr 2018
Dibaca : 361x
Minggu kemarin, Ketua Umum Partai Demokrat beserta para kadernya termasuk AHY melakukan tour ke Jateng.

Putra Sulung Susilo Bambang Yudoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merupakan kader Partai Demokrat yang sering disebut-sebut cocok mendampingi Joko Widodo. Presiden Jokowi pun belum menentukan siapa yang ia pilih menjadi pendampingnya, hingga saat ini. Sehingga sebutan tersebut membuat telinga warga Indonesia semakin bergeming lantaran perjuangan politik yang dilakukan AHY semakin menjadi-jadi.

Minggu kemarin, Ketua Umum Partai Demokrat beserta para kadernya termasuk AHY melakukan tour ke Jateng guna pengabdian masyarakat dan pengenalan Partai Demokrat kepara rakyat Jateng. Nama AHY sontak menjadi sorotan warga Jateng, lantaran masih muda dan tampak memiliki jiwa politik yang sangat tinggi.

Menurut Ketua DPP Demokrat, Herman Khaeron, pihaknya menyerahkan dengan sepenuhnya kepada Capres yang sekarang menjadi orang nomor satu di Indonesia itu untuk memilih siapa yang akan menjadi cawapresnya di Pemilu 2019 mendatang.

Ia mengungkapkan, cocok tidaknya AHY tergantung penilaian Jokowi menurut kriterianya apakah AHY sudah memenuhi unsur keumatan, kemilenialan, dan kriteria lainnya.

Herman menegaskan, suami Annisa Larasati Pohan itu akan tetap teguh pendiriannya untuk selalu merencanakan waktunya bersafari keliling Indonesia bersilaturahmi langsung dengan masyarakat Indonesia dengan berbagai kalangan, mulai dari pedagang, petani, nelayan, generasi milenial, komunitas religius hingga para ulama. Tujuan sampingannya adalah untuk mengenalkan dirinya ke masyarakat Indonesia.

Melalui aksinya, AHY lebih senang terjun langsung ke masyarakat dan mengadakan komunikasi di depan ribuan orang. Namanya mulai dikenal secara luas ketika dicalonkan oleh gabungan partai yaitu Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN), untuk maju sebagai salah satu calon dalam Pemilihan Umum Gubernur DKI Jakarta 2017 silam.

Herman sangat menghargai persepsi publik terhadap AHY yang cukup baik sehingga elektabilitas AHY dapat dikatrol sediki demi sedikit. Namun, ia mengingatkan tentang dinamika politik yang terus mencair dan senantiasa berlangsung setiap harinya. Sementara waktu pendaftaran capres-cawapres masih jauh 4-10 Agustus. Hal itu tentu membuat pihaknya harus selalu waspada akan perubahan yang bisa jadi tanpa terpikirkan sebelumnya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved