Tutup Iklan
TokoBatik
  
Banyuwangi sebagai Contoh Daerah yang Aman dan Bersatu Lawan Terorisme

Banyuwangi sebagai Contoh Daerah yang Aman dan Bersatu Lawan Terorisme

Nur AK
16 Mei 2018
Dibaca : 43x
Banyuwangi pernah meraih Harmony Award' atau Anugerah Kerukunan Umat Beragama dari Kementerian Agama (Kemenag) pada tahun 2017.

Dalam dialonya di acara Dialog Memperkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa membangun Kebersamaan dalam Keberagaman Berbasis Kearifan Lokal, di Kantor Pemkab Banyuwangi, Selasa (15/5/2018) silam, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, mengungkapkan Forpimda Banyuwangi, tokoh agama beserta masyarakatnya akan tetap kompak dan solid dalam menghadapi teror bom bunuh diri di Surabaya.

"Forpimda Banyuwangi dan para tokoh agama maupun masyarakat Banyuwangi sudah sepakat untuk tetap kompak dan solid menjaga kedamaian Banyuwangi di tengah pluralisme yang ada. Kita semua saling jaga dan tetap mewaspadai segala sesuatu yang berpotensi menimbulkan hal negatif," ucapnya.

Ia mengatakan, Banyuwangi dikenal sebagai daerah yang memiliki penduduk dari beragam agama, suku dan budaya. Hal inilah yang menjadikan Banyuwangi sebagai daerah yang menjunjung tinggi hak dan kebebasan beragama bagi masyarakatnya. Hal itu yang menyebabkan Banyuwangi pernah meraih Harmony Award' atau Anugerah Kerukunan Umat Beragama dari Kementerian Agama (Kemenag) pada tahun 2017.

"Penghargaan ini diberikan lantaran Banyuwangi dinilai mampu mewujudkan kerukunan antar umat beragama dan mampu mengelola perbedaan dengan bijak. Penduduk Banyuwangi yang mayoritas muslim justru mengayomi pemeluk agama lainnya. Kita akan terus mempertahankan hal ini," jelasnya.

Yusuf bersyukur, Banyuwangi tak pernah mengalami masalah terbesar di msyarakatnya, namun masih tetap ada pengawasan yang sering mengingat kasus bom bunuh diri di Jatim.

“Kesbangpol punya semua data jumlah penduduk beserta agama dan aliran kepercayaannya. Termasuk aktivitas yang mereka lakukan, tapi alhamdulillah selama ini tidak ada gesekan maupun adu domba yang terjadi. Namun kami semua akan tetap meningkatkan pengawasan lebih intens, mengingat teroris ini telah menyebar di berbagai kota di Indonesia. Jadi kita tetap harus waspada," imbuhnya.

Pembicara dalam acara tersebut yakni Asisten Deputi VI Kesatuan Bangsa Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenko Polhukam), Kusnaedi juga mengatakan bangga dengan Banyuwangi lantaran dapat membentuk komunitas untuk senantiasa menjaga kesatuan persatuan bangsa. Hal ini tentunya bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2018 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2018 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
glowhite