Beda Style: Jokowi Warisi Motor Custom pada Anaknya

Beda Style: Jokowi Warisi Motor Custom pada Anaknya

Nur AK
17 Apr 2018
Dibaca : 410x
Pengusaha Markobar yang juga suami Selvi Ananda itu memodifikasi motor klasik basic CB 125, yang bertemakan cafe racer yang sudah dikenal di Inggris sejak tahun 1950-an.

Hobi dan kesukaan Jokowi pada sepeda motor custom rupaya tertular oleh putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka. Namun, keduanya memiliki selera style yang berbeda. Jokowi lebih menyukai warna yang mewah  (motor model chopper berkelir emas) sementara Gibran lebih memilih warna yang memperlihatkan jiwa muda pada motor customnya.

Pengusaha Markobar yang juga suami Selvi Ananda itu memodifikasi motor klasik basic CB 125, yang bertemakan cafe racer yang sudah dikenal di Inggris sejak tahun 1950-an, yang baru muncul sekitar pertengahan tahun 2011 di Indonesia. Motor keluaran tahun 1974 itu dibalutnya dengan body full fairing berwarna biru muda.

Gibran mempercayakannya kepada bengkel Rich Richie Ride & Garage (RRRG) di jalan Brigjend Katamso nomor 229, Solo, untuk memodifikasi motornya. Konsep modifikasi motor tersebut sepenuhnya berasal dari Gibran sendiri.

Eko, sang pemilik motor, awalnya tak menyangka jika Gibran tertarik pada motor kunonya. Awalnya, foto sepeda motor itu dipajang di instagram miliknya, dan dikomentari oleh karyawan katering Chilli Pari. Namun, ternyata Gibran sendiri yang menginginkan untuk membeli motor miliknya tersebut.

Eko menjelaskan, dalam memodifikasi motor Gibran, fairing dibuat secara handmade dengan plat ketebalan 1,2 milimeter. Tangki model hornet juga dibuat dengan handmade. Sementara untuk shock depan menggunakan milik Honda Tiger, shock belakang after market. Jok dicustom dengan velg menggunakan aluminium, ban IRC SP 2, knalpot custom, lampu depan menggunakan H4. Untuk rangka masih ori tapi dicustom. Mesinnya menggunakan electric starter seperti motor tahun muda. Untuk kick stater, tidak digunakan karena kalau dipaksakan menggunakan akan mengubah tampilannya. Sehingga harus menggunakan double starter, kalau tidak akan kesulitan untuk menghidupkannya karena harus didorong.

Namun, Eko tidak membocorkan berapa biaya yang habis digunakan untuk memodifikasi. Rencananya, motor dengan nomor 69 tersebut akan digunakan untuk pajangan di Markobar, akan mengikuti Indonesia Motor Show (IMS) di Jakarta, serta bisa juga digunakan untuk transportasi sehari-hari.

Untuk diketahui, secara keseluruhan motor Gibran memakan waktu modifikasi selama 3 bulan.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved