Belajar Hidup dari Sepeda Motor...

Belajar Hidup dari Sepeda Motor...

dika mustika
13 Jan 2018
Dibaca : 924x
Jalani Hidup dengan Tenang

Pagi tadi aku mengamati beragam kendaraan yang sibuk meramaikan kancah perlalulintasan. Truk, bis, beragam mobil, beragam motor, beragam sepeda, dan sesekali ada beragam gerobak juga yang melintas di jalanan. Yang tadi pagi cukup menarik perhatian adalah ragam sepeda motor yang melintas. Bukan hanya ragamnya, namun pengendaranya dan tentu saja orang atau barang yang dibawanya. Yang turut dalam perjalanan sepeda motor tersebut. Mengapa bukan mobil yang menarik perhatian, sederhana saja alasannya, karena motor lebih mudah teramati.

 

Nah, kita kembali lagi ke ragamnya. Ada motor dengan ukuran besar, standar, dan sesekali ada motor dengan ukuran yang lebih kecil. Tahun keluarannya pun terlihat beragam, untuk ini sih aku hanya bisa mengira-ngira berdasarkan penampilan motornya. Tampak ada yang memang masih baru keluaran tahun 2017, keluaran di bawah tahun 2017, hingga motor keluaran jadul alias motor antik. Yang menjadi pembeda sebenarnya bukanlah ukuran atau tahun keluarannya, namun apa yang dibawa oleh masing-masing motor.

 

Ada motor yang tidak membawa apapun, baik itu penumpang atau pun barang. Ada motor yang membawa penumpang dan juga barang, ada motor yang hanya membawa salah satunya, ada motor yang membawa 2 penumpang sekaligus plus membawa barang. Penumpang yang dibawa oleh motor-motor tersebut juga sungguh beragam. Penumpangnya ada yang memang anak-anak, orang dengan berat badan yang standar, bahkan orang dengan berat badan yang cukup lumayan tampaknya. Kalau kita perhatikan dengan saksama, tidak semua motor keluaran terbaru saja yang membawa beban penumpang sekaligus barang. Ada juga motor keluaran lama yang yang melakukan ‘pekerjaan’ tersebut. Semua motor punya bebannya masing-masing dan semua dengan tenang melaju pula menuju ke tujuannya. Mereka semua seakan berjalan harmonis dengan berbagai variasi bebannya. Kalau kita representasikan motor-motor tersebut bagaikan kita, bagaikan manusia yang berjalan (baca: menjalani hidup) dengan tujuannya masing-masing. Mungkin ada yang memang searah, tapi ada juga yang memang berbeda. Begitu pula dengan beban hidupnya. Ada yang memang ‘tampak’ berat, biasa saja, atau ada yang ‘tampak’ seperti tak bebeban. Tapi percayalah setiap orang sudah disesuaikan dengan beban bawaannya. Sama seperti para motor tadi, jadi tak perlu risau, tak perlu merasa paling malang, atau merasa tidak adil.

 

Ada sebuah kuotes, “Tak perlu iri dengan bagian orang lain, karena semua porsi sudah diukur tepat. Tidak mungkin salah!” Kuotes ini juga merepresentasikan mengenai beban hidup setiap manusia, seperti yang tertulis pada QS Al Baqarah 286:

“Allah tidak adakan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya...”

 

So, jalanilah hidup dengan tenang, seperti motor-motor yang melaju di jalanan dengan bawaannya masing-masing. Variasi itulah yang mewarnai kehidupan ini. Variasi ada bukan untuk diperbincangkan, tapi variasi ada untuk menambah warna dalam hidup. Selamat melaju dalam hidup, melajulah dengan tenang juga bahagia. Nikmatilah perjalanan hidupmu...

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2020 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2020 LampuHijau.com
All rights reserved