Belgia Tawarkan Suaka untuk Pemimpin Catalunya

Belgia Tawarkan Suaka untuk Pemimpin Catalunya

Admin
30 Okt 2017
Dibaca : 290x
Ratusan Ribu Orang Dukung Persatuan Spanyol

LampuHijau - Jalanan Barcelona, Spanyol, menjadi lautan manusia kemarin (29/10). Ratusan ribu penduduk turun ke jalan dalam aksi mendukung persatuan di Spanyol. Itu adalah aksi massa terbesar oleh kelompok yang menentang perceraian Catalunya dari Spanyol. Kepolisian setempat memperkirakan jumlahnya sekitar 300 ribu orang. Tapi, penyelenggara aksi mengklaim bahwa massa mencapai 1,1 juta orang. 
"Mantan pemimpin separatis Catalunya tidak memiliki hak untuk berbicara atas nama seluruh penduduk di wilayah ini," cetus Josep Borrell, warga Barcelona yang juga mantan presiden Parlemen Eropa. Dia meminta penduduk Catalunya berpartisipasi dalam pemilu yang digelar pemerintah pusat 21 Desember nanti agar para pendukung kemerdekaan memiliki suara yang rendah di parlemen. "Kini kita memiliki kesempatan emas. Kali ini tak seorang pun boleh tinggal di rumah (selama pemilu, Red)," tambahnya. 

Referendum 1 Oktober lalu yang berujung deklarasi kemerdekaan Catalunya memang banyak dianggap tak mewakili suara penduduk. Sebab, yang berpartisipasi hanya 43 persen dari keseluruhan penduduk yang memiliki hak suara. Saat itu mantan pemimpin Catalunya Carles Puigdemont mengklaim bahwa tingkat kehadiran rendah karena banyaknya polisi yang melarang penduduk memberikan suara. 

Banyaknya demonstran yang turun ke jalan kemarin seakan menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Catalunya masih ingin bermesraan dengan Spanyol. Mereka tak ingin berpisah. Bendera Spanyol dalam berbagai ukuran bertebaran di mana-mana. Massa juga berkali-kali meneriakkan agar Puigdemont dipenjara saja. Lagu Viva España juga berkali-kali dikumandangkan para demonstran. 

Belum diketahui saat ini Puigdemont dan keluarganya berada di mana. Pidatonya seusai deklarasi kemerdekaan adalah rekaman, bukan secara langsung. Beberapa media menyebutkan bahwa saat itu dia tengah berada di sebuah bar. 

Menteri Migrasi Belgia Theo Francken menyatakan bahwa negaranya akan memberikan suaka jika Puigdemont meminta. Politikus yang pernah menjadi orang nomor satu di Catalunya tersebut memang memiliki peluang masuk ke balik jeruji besi. Sebab, kejaksaan di Madrid telah menyiapkan dakwaan untuknya. Salah satunya tentu saja pemberontakan yang bisa membuatnya mendekam 30 tahun di penjara. 

"Itu bukannya tidak mungkin jika kalian melihat situasi yang ada saat ini. Mereka (Spanyol) sudah membicarakan hukuman penjara," katanya kemarin. Francken mempertanyakan apakah Puigdemont bakal diadili dengan seadil-adilnya ketika kasusnya diproses nanti. Perdana Menteri Belgia Charles Michel selama ini juga kerap menyerukan dialog antara Madrid dan Barcelona. 

Sementara itu, terlepas dari ancaman yang ditebar kejaksaan, pemerintah Spanyol menawarkan kesempatan baru untuk Puigdemont. Yaitu, dia bisa ikut dalam pemilu 21 Desember mendatang. 

"Dia tidak memiliki kekuasaan dan kekuatan finansial. Jadi, saya bersikeras, jika dia ingin terus lanjut di dunia politik, yang merupakan haknya, saya rasa dia harus bersiap untuk pemilu yang digelar 21 Desember nanti," ujar Juru Bicara Pemerintah Spanyol Inigo Mendez de Vigo.

Puigdemont memang sudah tak memiliki kuasa apa pun. Pemerintah Spanyol telah menerapkan pasal 155 sejak Jumat malam (27/10) dan mulai berlaku Sabtu (28/10). Pemerintahan wilayah otonomi khusus Catalunya dibubarkan. Jabatan Puigdemont dan para pejabat lainnya dicabut. Pemerintah Spanyol menerapkan pemilu regional pada 21 Desember nanti untuk memilih pejabat baru di Catalunya. 

Berdasar survei yang dilakukan Sigma Dos, partai-partai pendukung kemerdekaan bakal mengalami kekalahan tipis dalam pemilu mendatang. Yaitu 42,5 persen berbanding 43,4 persen. Selama ini mereka adalah penguasa parlemen. Survei dilakukan Senin hingga Kamis lalu saat pemerintah Spanyol bersiap mengambil alih Catalunya. (Reuters/Euro News/BBC/sha/c9/any)

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved