Bongkar Makam dan Curi Tali Pocong Diduga Siasat Ilmu Hitam

Bongkar Makam dan Curi Tali Pocong Diduga Siasat Ilmu Hitam

Nur AK
13 Jan 2018
Dibaca : 828x
Seseorang yang tak dikenal membongkar makam jenazah bayi yang dikubur 40 hari lalu.

Pembongkaran makam dan pencurian tali pocong kembali terjadi di Indonesia. Kali ini terjadi di kompleks TPU Mbeji, Jalan Landak Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara, Cilacap. Seseorang yang tak dikenal membongkar makam jenazah bayi. Kasus ini diduga berkaitan dengan ilmu hitam.

Kapolsek Cilacap Utara AKP Made Arthana mengatakan, makam yang dibongkar merupakan makam bayi perempuan. Bayi tersebut putri dari pasangan Tasiwan dan Karsiyah. Malangnya, bayi tersebut meninggal dunia saat dilakukan persalinan di salah satu rumah bersalin di Cilacap, 40 hari yang lalu.

Dengan bantuan warga, petugas Polsek Cilacap Utara dan Inafis Sat Reskrim Polres Cilacap berhasil membongkar kembali makam tersebut. Setelah dilakukan pembongkaran dan dilakukan pengecekan makam, dan disaksikan oleh keluarga, bahwa mayat bayi dalam keadaan utuh.

"Hanya sebagian kain kafan saja yang hilang," tutur Made, Jumat (12/1/2018).

Mayat bayi tersebut kembali dimakamkan di lokasi semula setelah dilakukan pemeriksaan.

Sementara itu, ada warga yang menjadi saksi pertama kali mengetahui pembongkaran makam bayi. Sudiyah, menceritakan saat itu tengah jalan-jalan bersama cucunya pukul 5.30 pagi. Ia kaget melihat keadaan makam acak-acakan. Seingatnya, saat itu tumpukan tanah dan potongan-potongan bambu tercecer di antara makam, juga ada jejak-jejak kaki.

Menurutnya, sangat mungkin memang pembongkaran makam bayi ini terkait praktik ilmu hitam berdasarkan cerita dari mulut ke mulut. Tapi di perkampungan mereka, baru kali ini terjadi peristiwa bikin geger soal pembongkaran makam.

"Saya kaget saja. Kalau kejadian semacam ini ya baru saat ini," katanya.

Pertama kali mendapatkan kabar makam putrinya dibongkar dari Sudiyah (61), Tasiwan kaget bukan kepalang. Ia tergopoh-gopoh menuju TPU Mbeji yang berjarak 300 meter dari kediamannya. Saat sampai di lokasi, ternyata memang benar, makam putrinya sudah dalam keadaan tumpukan tanah acak-acakan. 

"Kemungkinan pembongkaran makam itu pukul 02.00 atau 03.00 dini hari, pertama kali diketahui warga pukul 04.30 WIB," kata Tasiwan, Jumat (12/1/2018), tepat 40 hari kepergian putri ketiganya.

Dari informasi warga, ia mendengar ada orang tak dikenal yang kerap mendatangi makam putrinya, sejak Selasa (9/1/2018) dan Rabu (10/1/2018) kemarin. Orang itu terlihat datang tiap sore menjelang maghrib. Seringkali, orang itu berdiri dengan jarak 5 meter dari makam.

"Masyarakat sini enggak tahu siapa. Sebelumnya ya enggak ada yang curiga," ungkapnya.

Tasiwan bercerita, putrinya meninggal satu jam usai persalinan sebab keracunan air ketuban.

Tasiwan menduga pembongkaran makam putrinya merupakan praktik ilmu hitam. Ia kerap mendengar, pembongkaran makam bayi dan pengambilan potongan kain kafan atau tali pocong untuk syarat pesugihan, kekebalan atau kesaktian-kesaktian tertentu.

"Di makam putri saya itu, tali pocongnya hilang. Juga kain kafannya diambil sedikit. Dugaan saya untuk ilmu hitam, tapi saya inikan orang awam. Hanya menduga saja," ungkapnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2021 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2021 LampuHijau.com
All rights reserved