Butuh Shelter, Sumbar Digoncang 236 Gempa Tektonik

Butuh Shelter, Sumbar Digoncang 236 Gempa Tektonik

Nur AK
28 Des 2017
Dibaca : 306x
Ancaman bencana gempa bumi di kota Padang, Sumatera Barat tersebut dikatakan cukup tinggi selama tahun 2017.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak sedikitnya 236 gempa tektonik terjadi di wilayah Sumbar. Ancaman bencana gempa bumi di kota Padang, Sumatera Barat tersebut dikatakan cukup tinggi selama tahun 2017.

Dari jumlah tersebut, 22 kali diantaranya gempa dengan magnitudo di atas 5,0 skala richter (SR). Berbagai pengalaman kebencanaan di Padang dan Sumbar ini lantas mendorong masyarakat untuk mulai sadar akan bencana. Termasuk mempelajari rute evakuasi tsunami dan pembangunan shelter.

Sekretaris BPBD Sumbar Eli Yusman menyebutkan, Sumbar mendapat jatah 3 dari 10 shelter program Nasional. Ketiga-tiganya berada di Padang dan selesai dibangun tahun 2016 lalu dengan anggaran mencapai Rp30 miliar.

"Shelter memang ada tiga, tapi yang berpotensi shelter mencapai 74 unit di Padang. Seperti gedung Mapolda, kantor Gubernur, BI, Kejaksaan, Masjid Raya, DPRD Sumbar, hotel, dan yang lain gedung-gedung yang berpotensi shelter, meski bukan shelter," jelas Eli Yusman, Rabu (27/12/2017).

Dalam arsitektur, shelter dapat diartikan sebagai sesuatu yang dapat memberikan perlindungan terhadap kerusakan, bahaya, atau ketidaknyamanan. Misalnya terhadap cuaca, serangan bahaya, dan sebagainya.

Di luar Padang, seperti Mentawai tidak memiliki shelter. Namun bukitnya berpotensi untuk shelter. Di Pesisir Selatan, terdapat empat shelter, Padang Pariaman dua shelter dan Agam tidak punya shelter.

"Mayoritas memanfaatkan perbukitan di Mentawai dan Pesisir, dan itu adalah kawasan berpotensi shelter," urai Eli.

Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno menambahkan, jumlah shelter tsunami di Kota Padang dan Sumatra Barat memang belum ideal angkanya. Selain karena keterbatasan anggaran, butuh penentuan lokasi dan kajian yang mendalam terkait pembangunan shelter.

Menurutnya, masyarakat bisa secara mandiri membangun shelter sebagai lokasi evakuasi vertikal. Shelter bisa dibangun di kampung-kampung dengan dana swadaya.

"Namun swadaya masyarakat sudah mulai ada. Apalagi masjid di penduduk. Tapi untuk kantor wajib memiliki shelter," ucap Irwan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved