Cara Bank Indoensia Distribusikan Uang dari Kota hingga ke Pelosok Indonesia

Cara Bank Indoensia Distribusikan Uang dari Kota hingga ke Pelosok Indonesia

Nur AK
5 Jan 2018
Dibaca : 370x
Salah satu hambatan dalam penyaluran uang adalah letak geografi Indonesia.

Perjalanan uang dari kota hingga ke pelosok negeri tampaknya melibatkan beberapa element masyarakat khususnya rakyat Indonesia ini. Seperti halnya, Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral yang berkewajiban menjaga fundamental moneter Indonesia, salah satunya adalah melalui ketersediaan uang kepada seluruh masyarakat Indonesia. Sebab, jika ketersediaan uang semakin sulit, aktifitas perekonomian akan menjadi tumbalnya.

Semakin pesatnya teknologi informasi, tentunya kita jangan diam saja mengenai peredaran uang tersebut. Pasalnya, banyak sekali kejahatan yang mengatasnamakan uang hingga membuat manusia buta akan dunia.

Perlu kita ketahui pula, bank BI memiliki tugas untuk menyalurkan uang ke seluruh wilayah Indonesia bahkan hingga ke daerah terpencil. Bagaimana caranya?

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Bank Indonesia (BI) Suhaedi menjelaskan, pihaknya menyalurkan uang ke seluruh wilayah Indonesia melalui jalur darat, laut dan udara jika dibutuhkan. Namun, karena hanya ada 44 kantor perwakilan BI yang hanya melayani perkasan, daerah-daerah terpencil tidak dapat terjangkau. Untuk mengatasi hal tersebut, BI membuat tempat distribusi baru yang diberi nama kantor kas titipan. Kantor itu difungsikan khusus untuk menjangkau daerah-daerah terdepan, tertinggal dan terluar (3T).

Sebagai contoh, BI hanya memiliki kantor perwakilan di Jayapura dan Manokwari untuk wilayah Papua Barat. Sementara, Jayapura dan Manokwari memiliki jumlah desa dan kecamatan yang banyak. Melalui kantor kas titipan inilah BI menyalurkannya.

"Aspek penting lainnya adalah distribusinya bagaimana dari Jakarta ke seluruh wilayah Indonesia sehingga dinikmati masyarakat. Kita harus mengirimkan uang ke seluruh kantor BI. Yang dikirimkan Rp 311,1 triliun," tutur Suhaedi, Jumat (5/1/2017).

Salah satu hambatan dalam penyaluran uang adalah letak geografi Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan dipisahkan oleh perairan yang terbilang cukup luas.

"Kita tahu bahwa kepulauan RI sangat banyak dan luas. Oleh karena itu BI bersama perbankan dalam distribusi ini kita membuka kantor kas titipan. Karena hanya punya 44 sementara yang dilayani 515 wilayah makanya bekerja sama baik bank Himbara maupun BPD," imbuhnya.

Menurut Suhaedi, dengan keberadaan kantor kas maka BI memiliki 158 titik distribusi rupiah ke seluruh wilayah Indonesia. Jumlah tersebut dianggap cukup untuk memenuhi penyaluran rupiah untuk masyarakat Indonesia.

"Jumlah itu setelah kita hitung mampu menghadirkan uang di seluruh wilayah Indonesia dengan cepat. Termasuk untuk ke wilayah 3T," tukasnya.

Dengan keamanan yang sangat ketat, sistem perekonomian Indonesia pun bisa berjalan dengan baik berkat adanya kantor kas titipan yang didirikan di wilayah 3T.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2020 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2020 LampuHijau.com
All rights reserved