Coba Simak, Apakah Kritikan Ahok Tahun Lalu ke Anies Terbukti Benar Saat Ini?

Coba Simak, Apakah Kritikan Ahok Tahun Lalu ke Anies Terbukti Benar Saat Ini?

Nur AK
8 Feb 2018
Dibaca : 350x
Peringatan Prasetio ke Anies itu mengingatkan kita pada perkataan Ahok pada Februari 2017 silam yang mengkritik tentang kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta selanjutnya.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mengingatkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenai pentingnya normalisasi kali. Prasetio mengatakan, normalisasi mulai dari Kali Ciliwung, Pesanggarahan, Angke dan Sunter perlu dilakukan, seperti yang telah dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya (Ahok).

Prasetio menilai kebijakan yang sudah baik dari dulu, harus dilanjutkan kembali. Mengingat kondisi fisik kali di ibu kota sudah berkurang dengan adanya sampah dan sedimen lumpur serta bangunan di pinggir kali. Masyarakat di bantaran kali itu harus digeser, harus dipindahkan. Karena fungsi sungai dengan lebar yang semestinya harus optimal, sekarang malahan menciut.

Peringatan Prasetio ke Anies itu mengingatkan kita pada perkataan Ahok pada Februari 2017 silam yang mengkritik tentang kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta selanjutnya.

Saat itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang masih menjabat sebagai Gubernur menanggapi pernyataan calon gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Anies Baswedan yang mengatakan bahwa normalisasi sungai yang digagas Ahok tidak berhasil. Menurut Ahok, pernyataan tersebut hanya sebatas kebutuhan untuk kampanye.

“Nanti kalau misalnya ni, kita gak tahu siapa yang jadi gubernur ya, kalau Pak Anies diizinkan Tuhan jadi gubernur di DKI, kalau dia gak nglakuin normalisasi seperti yang saya lakukan, bohong dia itu. Berani taruhan kita. Udahlah. Siapapun yang jadi gubenur, kalau gak lakukan normalisasi pasti dia gak kerja,” tegas Ahok.

Jadi, Ahok menambahkan, tidak mungkin gubernur selanjutnya tidak melakukan normalisasi karena itu merupakan hal yang paling tepat dalam mengatasi banjir.

“Kamu ngerti matamatika gak sih? dari 2000an [titik banjir] jadi 480 [titik banjir], dari 480 jadi 80, kalau itu normalisasi gak benar, berarti seluruh orang-orang pintar di negeri ini salah semua,” tuturnya.

Ahok menceritakan, ada salah satu warga yang mengatakan jika sebelumnya takut membelikan ibunya kulkas karena takut kalau terjadi banjir susah ngangkatnya, namun sekarang (saat masa kepemimpinannya) sudah tidak banjir sehingga tahun ini (2017) warga tersebut sudah bisa membeli kulkas.

Selain itu, Ahok mengklaim bahwa dirinya adalah gubernur yang paling cepat bekerja, namun ia menyayangkan bahwa kerja cepatnya tersebut seringkali dibilang tidak manusiawi.

Sampai saat ini, Anies masih menggunakan caranya sendiri untuk mengatasi banjir. Salah satunya adalah dengan memasang pompa air di titik rawan banjir.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved