Darmasiswa : Mahasiswa Thailand Pelajari Gamelan di UNM

Darmasiswa : Mahasiswa Thailand Pelajari Gamelan di UNM

Nur AK
25 Des 2017
Dibaca : 345x
Program yang diikuti oleh puluhan mahasiswa asal Thailand ini berlangsung selama bulan Desember 2017.

"Gamelan sudah menjadi warisan dunia. Gamelan juga memiliki fungsi sebagai media ritual, hiburan, terapi dan komunikasi yang dapat menghubungkan budaya Jawa dengan budaya lainnya," kata Direktur BIPA, Dr. Gatut Susanto.

Program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Universitas Negeri Malang memberikan program khusus belajar gamelan Jawa dalam program Darmasiswa. Program yang diikuti oleh puluhan mahasiswa asal Thailand ini berlangsung selama bulan Desember 2017.

Pembelajaran dilaksanakan setiap hari mulai jam 16.00 sampai dengan 18.00 WIB yang berlangsung di studio dengan perangkat gamelan lengkap yang difasilitasi oleh laboratorium Drama Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra UM berjalan lancar dan gayeng.

Gatut Susanto mengatakan, program ini sebagai salah satu bentuk pengenalan budaya nusantara. Warisan budaya nusantara berbentuk alat musik gamelan, khususnya di Jawa, menjadi peninggalan yang tak ternilai harganya.

Dalam kegiatan pembelajaran gamelan sebagai media komunikasi, Teguh Tri Wahyudi, S.S., M.A selaku dosen pengajar gamelan Jawa, memberikan kesempatan mahasiswa Thailand untuk memainkan instrumen gamelan sesuai dengan pilihan minat masing-masing mahasiswa.

Mereka langsung memilih instrument bonang, demung, saron, peking, slenthem, kenong dan kempul. Karena waktu yang singkat, komposisi yang dimainkan dipilih dalam bentuk pola lancaran yang relative lebih mudah dipelajari.

Sementara komposisi tembang yang dipilih berjudul “Suwe Ora Jamu” dan “Gugur Gunung”. Pilihan tembang ini sebagai wujud pengenalan budaya Jawa melalui media gamelan bagi mahasiswa asing. Tembang “Suwe Ora Jamu” menggambarkan proses perjumpaan untuk saling komunikasi antar budaya. Meski dalam program ini berlangsung singkat, namun yang diharapkan kesan yang mendalam yang didapatkan oleh mahasiswa. Adapun untuk lagu “Gugur Gunung” yang bernuansa lebih rancak, diharapkan dapat memberikan kesan semangat dalam pembelajaran sekaligus pengenalan budaya Jawa yang khas dan banyak dilakukan di masyarakat.

Sebagai acara penutup program Darmasiswa, pada akhir bulan Desember ini para mahasiswa akan tampil di depan tamu undangan dari Universitas Kasetsart Thailand, sekaligus para mahasiswa UM dan peserta mahasiswa asing lainnya.

Program tukar ilmu antar mahasiswa di Asia Tenggara, khususnya Indonesia-Thailand tersebut adalah program yang dirancang untuk mempelajari budaya yang dimiliki oleh negara lain. mungkin suatu saat akan diselenggarakan program lain, yaitu mahasiswa Indonesia mempelajari budaya dari Negeri Gajah Putih.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved