Daun Gatal Papua Memang Bikin Gatal-Gatal

Daun Gatal Papua Memang Bikin Gatal-Gatal

Nur AK
2 Des 2017
Dibaca : 2745x
Daun gatal merupakan tanaman sebagai obat tradisional di Papua sebagai obat pegal dan reumatik.

Papua dengan keindahan pulau yang masih alami dan dikenal dengan keragaman 250 suku dan bahasa, wilayah paling timur Indonesia itu juga menyimpan obat-obatan tradisional berupa daun gatal (Laportea ducumana) yang dalam bahasa warga lokal Biak disebut daun raprap.

Daun gatal merupakan tumbuhan alam hutan asli Papua dari famili Urticaceae yang memiliki bulu atau duri halus di permukaan daun. Daun gatal salah satu mutiara terpendam dari Tanah Papua yang sudah terbukti khasiatnya sebagai obat alternatif kesehatan masyarakat lokal Biak.

Walaupun daun gatal belum terlalu popular di Indonesia, namun bagi masyarakat Papua daun gatal merupakan obat tradisional nomor satu di Tanah Papua. Masyarakat tradisional di berbagai kampung di wilayah Provinsi Papua juga sudah banyak mengetahui khasiat daun gatal.

Daun gatal dikenal sebagai obat yang mujarab dan dipercaya dapat menyembuhkan beberapa gangguan kesehatan, seperti pegal-pegal, kurang enak badan, nyeri, sakit perut, sakit kepala, dan masih banyak lagi.

Disebut daun gatal karena memiliki keunikan jika digosok akan menimbulkan gatal-gatal pada kulit, akan tetapi ketika selesai digunakan pada badan maka lelah akan hilang dan badan kembali segar.

Tanaman daun gatal tumbuh bebas di hutan Papua. Secara fisik panjang daun sekitar 20 cm dan lebarnya 15 cm. Ujung daun meruncing dan bagian pangkalnya membulat. Warna daun hijau tua.

Namun, di bagian tengahnya terdapat pola warna daun yang lebih muda. Permukaan daun bagian atas dan bawah tidak rata dan berbulu-bulu kecil. Bulu-bulu ini seperti jarum kecil yang akan menempel pada kulit. Itu yang terkenal dari daun ini.

Tokoh adat Biak Ham Wambrauw mengakui banyak khasiat yang dirasakan dari daun gatal oleh masyarakat lokal Papua. Daun gatal sudah dikenal masyarakat Papua karena telah menjadi terapi, yakni sebagai penghilang rasa capai atau sakit. Ketika daun gatal dioleskan pada tempat yang capai atau yang sakit, maka rasanya sangat panas dan memunculkan aroma gatal-gatal.

Selain itu, akan muncul benjolan kecil di kulit sebagai reaksi nyata daun tersebut pada tempat yang digosok. Namun, panas yang ditimbulkan dari gosokan daun gatal tidak berlangsung lama karena setelah rasa gatal muncul pada bagian tubuh yang diurut daun gatal akan berganti menjadi segar.

Ham Wambrauw menyebut karena manfaat daun gatal dapat digunakan sebagai obat alternatif maka saat ini sudah banyak dibudidayakan oleh warga asli Papua di halaman atau pekarangan rumah masing-masing.

Budayawan Papua Septinus Rumaseb juga mengatakan daun gatal yang dihasilkan dari hutan Papua sudah digunakan masyarakat lokal menjadi obat alternatif tradisional untuk mengatasi sakit-sakit badan dan kelelahan karena kesibukan bekerja keseharian. Daun gatal banyak dijumpai di hutan-hutan Tanah Papua dan tumbuh subur secara liar.

Septinus berharap kekayaan hutan alam Papua harus tetap dijaga dan tidak boleh dirusak karena memberikan manfaat secara ekonomi, sosial, budaya, dan adat istiadat.

Dengan efek gatal-gatal, apakah semua masyarakat Indonesia mau menggunakan obat tradisional tersebut?

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2021 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2021 LampuHijau.com
All rights reserved