Deddy Mizwar jadi Kader Partai Demokrat, Gerindra Hormati Pilihan Demiz

Deddy Mizwar jadi Kader Partai Demokrat, Gerindra Hormati Pilihan Demiz

Admin
24 Nov 2017
Dibaca : 330x
Tetap akan Dukung Demiz di Pilkada Jabar 2018

Lampuhijau.com – Kader arus bawah Partai Demokrat (PD) keberatan atas keputusan Demokrat yang secara resmi mendukung Deddy Mizwar menjadi bakal calon Gubernur. Sebab, meskipun Demiz salah-satu pendiri PD, tapi dinilai tidak pernah berjuang membesarkan partai berlambang mercy tersebut.

”Keputusan Partai Demokrat mendukung itu belum pasti (belum resmi). Sebab, baru pernyataan sepihak belum ada pernyataan dari Ketua Umum Partai Demokrat,” tutur politisi sekaligus mantan Ketua DPD Partai Demokrat sebelumnya Iwan Sulanjana, Kamis (23/11).  

Lebih lanjut Iwan menjelaskan, dirinya masih berkeyakinan pada akhirnya Ketua Umum Partai Demokrat SBY akan menganulir keputusan sepihak tersebut. Sebab, banyak kader yang merasa keberatan atas keputusan ini.

”Keputusan ini dinilai tidak mengakomodir kader di bawah yang lebih menginginkan kader Partai Demokrat yang sudah lama berjuang membesarkan Partai Demokrat,” jelasnya.

Dia berpandangan, banyak kader yang lebih baik daripada Deddy Mizwar. Dan mereka dipandang teruji dan mati-matian membesarkan Partai Demokrat.

Di sisi lain, Iwan pun merasa disingkarkan atas keputusan sepihak Partai Demokrat yang lebih mendukung Deddy Mizwar dibandingkan dirinya yang menjadi salah-satu kandidat bakal calon Gubernur Jawa Barat dari Partai Demokrat.

”Kalau Demokrat ke Demiz dan didukung sebagai calon Gubernur Jabar dari Partai Demokrat, berarti saya sama dengan Pak Dedi Mulyadi nasibnya yang sama-sama ketua partai yang tersingkir dari partainya dalam kontestasi Pilgub Jabar,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Pengurus Harian Terbatas Jawa Barat Partai Demokrat Didin Supriadin mengatakan, keputusan Partai Demokrat mengusung Deddy Mizwar menjadi calon Gubernur Jawa Barat merupakan keputusan yang baik dan penuh pertimbangan dari kepengurusan DPD Partai Demokrat.

”Pertimbangan tersebut salah-satunya karena Demiz merupakan salah-satu pendiri Partai Demokrat. Bahkan oleh Ketua DPD Jawa Barat Partai Demokrat, Irfan Suryanegara mengangkat Demiz menjadi Ketua Majelis Pertimbangan Daerah Partai Demokrat di Jawa Barat,” tuturnya.

Keputusan ini pun, jelas Didin, telah disetujui oleh semua kader baik atas maupun arus bawah Partai Demokrat. ”Dan kader pun akan patuh serta taat apabila DPP dalam hal ini majelis tinggi partai sudah memutuskan siapapun yang diusung sebagai calon. Tentu, kita semua pasti siap melaksanakan tugas partai,” tandasnya.

Selain fatsun akan keputusan ini, bagi dia, kader sudah sewajibnya menyukseskan bakal calon yang didukung oleh Partai Demokrat. ”Bukan diperdebatkan apalagi ditentang untuk diganti,” tegasnya.

Di bagian lain, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar batal menjadi kader Partai Gerindra. Dia lebih memilih menjadi kader Partai Demokrat, menjelang Pilkada Jabar 2018.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jabar Mulyadi mengatakan, partainya menghormati keputusan Demiz.

Sebelumnya, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) jelas, sepakat mengusung pasangan Demiz-Ahmad Syaikhu dengan syarat Demiz bergabung menjadi kader Partai Gerindra.

Namun di tengah jalan, partai bentukan Prabowo Subianto tersebut mencabut dukungan lantaran rencana kaderisasi Demiz tidak kunjung terealisasi.

”Kami menghormati keputusan Pak Demiz menjadi kader Demokrat yang konon beliau pendiri Partai Demokrat. Itu hak Pak Demiz dan kita hormati,” kata Mulyadi kemarin.

Mulyadi menjelaskan, keputusan Demiz menjadi kader Partai Demokrat tidak membuat partainya kecewa. Gerindra masih membuka peluang untuk mendukung Demiz di Pilkada Jawa Barat 2018 dengan syarat pasangannya harus kader Partai Gerindra.

”Tidak ada istilah kecewa beliau tidak jadi kader Gerindra. Gerindra tetap berpegang penuh terhadap parameter yang diharapkan ketua umum kami, kandidat harus dari kader. Siapa kandidatnya itu nanti hak prerogratif Pak Prabowo,” ungkapnya.

Selain itu, Partai Gerindra masih membuka peluang untuk bergabung dengan Partai Demokrat, PKS, dan PAN yang telah sepakat mendukung Demiz.

”Secara kebersamaan Gerindra masih memungkinkan untuk bersama-sama selama apa yang harus dijalankan Gerindra Jabar sesuai dengan arahan ketua umum yaitu memperjuangkan kader Gerindra menjadi kandidat (cagub atau cawagub, Red),” tandasnya. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved