Tutup Iklan
ObatKolesterol
  
Deklarasi Capres Baru Pesaing Jokowi Berasal dari Pemain Lama

Deklarasi Capres Baru Pesaing Jokowi Berasal dari Pemain Lama

Nur AK
5 Maret 2018
Dibaca : 43x
Rizal berani mengkritik perekonomian Indonesia karena sudah merasakan manis-pahitnya mencicipi pentas politik nasional.

Nama Rizal Ramli muncul sebagai Capres pada Pemilu 2019 setelah Jokowi. Deklarasi itu disampaikan oleh Rizal pribadi di kediamannya, Jl Bangka Raya IX, Jakarta Selatan, Senin (5/3/2018).

Menurutnya, angka pertumbuhan ekonomi stagnan di kisaran 5%. Sehingga hal itu yang menggairahkan mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi pada masa Pemerintahan Abdurrahman Wahid, itu mencalonkan diri, lantaran ingin membangun perekonomian Indonesia menjadi lebih baik.

Rizal Ramli mengungkapkan, angka tersebut belum cukup untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Bahkan bisa menyebabkan daya beli melemah dan kemiskinan makin terpuruk.

Mantan Menteri BUMN pada era pemerintahan Gus Dur itu menegaskan, kemiskinan dan pengangguran akan teratasi apabila pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut juga terutama didukung oleh faktor potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tahun 2019-2024 dapat mencapai 10 %.

Mantan Menteri Koordinator Maritim pada pemerintahan Joko Widodo itu berharap dengan jumlah pertumbuhan sebesar itu, pengangguran dan kemiskinan bisa diatasi karena akan terbuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.

Rizal berani mengkritik perekonomian Indonesia karena sudah merasakan manis-pahitnya mencicipi pentas politik nasional.

Saat menjadi mahasiwa, bersama dengan mahasiswa lain, Rizal pernah dijebloskan ke penjara Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat lantaran memprotes kebijakan pemerintah yang dianggap kontra kepada rakyat.

Namun, bukannya surut, semangatnya justru pasang saat ia lepas dari penjara, dna bertekat untuk menyelesaikan kuliahnya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Setelah lulus dari ITB, ia berhasil meraih gelar Doktor Ekonomi dari Amerika Serikat.

Sepulang dari AS, ia dengan rekan-rekannya mendirikan lembaga kajian ekonomi, Econit, yang menerbitkan kajian-kajian kritis atas ekonomi Indonesia. Dari lembaga inilah, Rizal mengaplikasikan ilmunya di Indonesia sehingga ia lebih mengetahui masalah paling penting di negara Indonesia, yang tak lain adalah keadilan dalam bidang ekonomi.

Sepak terjangnya dalam politik khususnya ekonomi dibuktikan pada masa reformasi. Rizal diangkat oleh Gus Dur sebagai Kepala Badan Urusan Logistik/ Bulog (2000-2001), Menko Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri Indonesia (23/8/2000-12/6/2001), serta Menteri Keuangan (12/6/2001- 9/8/2001).

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2018 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2018 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
hijab