Tutup Iklan
ObatDiabetes
  
Denmark Lebih Diunggulkan Lawan Irlandia Laga Play off Piala Dunia 2018

Denmark Lebih Diunggulkan Lawan Irlandia Laga Play off Piala Dunia 2018

Admin
11 Nov 2017
Dibaca : 90x
Modal Pemain Denmark yang banyak tampil di Klub-klub Elite Eropa


COPENHAGEN – Denmark pernah punya Olsen Gang, generasi barunya setelah era keemasan sebagai juara Euro 1992 berakhir. Tapi, jangan sebut-sebut nama Irlandia di depan Olsen Gang-nya Morten Olsen. Karena Olsen Gang tak pernah berhasil menaklukkan Irlandia. Bertemu dua kali pada uji coba internasional 2002 dan 2007, Olsen Gang selalu jadi pecundang. 
Nah status itu yang harus mereka buang ketika menjamu Irlandia dalam laga leg pertama  playoff Piala Dunia 2018 di Parken Stadium, Copenhagen, dini hari nanti WIB. ''Ini kesempatan kami untuk bersinar,'' sebut attacking midfielder Denmark Christian Eriksen, sebagaimana yang dikutip The Sun. 
Maklum, sebagai salah satu pemain yang pernah tergabung sebagai Olsen Gang, dia juga tidak ingin Denmark untuk ketiga kalinya dipermalukan Irlandia. Apalagi saat mereka tampil di Parken Stadium. Setahun terakhir, hanya sekali Denmark kalah di kandang sendiri, itu terjadi di laga melawan Montenegro pada Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona UEFA, 12 Oktober 2016. 
Eriksen satu di antara 20 pemain yang pernah merasakan generasi Olsen Gang dalam tim besutan Age Hareide saat ini. Selain itu Eriksen pun masuk dalam satu di antara 11 pemain dari skuad yang mengantarkan De Rod Hvide – julukan Denmark – turun di Piala Dunia 2010, Piala Dunia terakhir Olsen Gang sebelum Olsen dipecat Federasi Sepak Bola Denmark (DBU) ketika gagal meloloskan Denmark ke Euro 2016, dua tahun lalu. 
Eriksen juga ingin kembali ke Piala Dunia, seperti saat dirinya merasakan 44 menit main di Afrika Selatan. Bedanya, kali ini dia ingin kembali dengan jadi bagian utama. Bukan sebagai pelengkap. ''Bedanya, saat itu saya tak merasakan susahnya lolos ke Piala Dunia dan untuk saat ini saya merasakannya sejak awal,'' tutur pemain terbaik Tottenham Hotspur musim lalu itu. 
Mengapa tahun ini momen paling tepat untuk Olsen Gang tampil di ke Piala Dunia lagi? Karena, dibandingkan pemain-pemain Irlandia, Simon Kjaer dkk rata-rata sedang berada dalam performa terbaik di klub masing-masing. Eriksen misalnya. Dia masih jadi pilar utama Hotspur sebagai klub papan atas Premier League dan kekuatan baru Liga Champions. 
Begitu pula dengan Kjaer di Sevilla. Selain itu, Andreas Christensen dan Yussuf Poulsen pun tahun ini merasakan tampil di Liga Champions. Christensen dengan juara bertahan Premier League Chelsea. Sementara, Poulsen jadi salah satu bagian dari kejutan RasenBallsport Leipzig (RB Leipzig) di Bundesliga dan Liga Champions. 
Irlandia? The Green Army hanya bermodal pemain-pemain dari klub-klub papan tengah ke bawah di Premier League. Tak satu pun dari pemain Martin O'Neill yang tampil dalam ajang Liga Champions. Meski di dalamnya masih ada John O'Shea yang jadi bagian skuad Irlandia di saat menggilas Denmark 0-4, sedekade lalu. 
Oleh sebab itulah Kjaer menganggap timnya lebih difavoritkan ketimbang Irlandia. ''Tak perlu meremehkan tim lain, kami lebih favorit karena kami sudah menunjukkan kualitas bagus dalam kurun waktu yang lama. Apalagi dengan dukungan di belakang kami akhir pekan ini, itu yang bisa menjadikan kami sebagai skuad yang lebih baik,'' tutur bek tengah yang sudah masuk bagian Olsen Gang sejak 2009 itu, dikutip Mirror. 
Soal pengalaman playoff? Kjaer menyebut, kegagalan lolos Euro 2016 setelah tersingkir dari Swedia dengan agregat 3-4 tak lagi terulang kali ini. Ketika itu, Denmark gagal menang di kandang sendiri setelah tertahan 2-2 pada leg kedua. Padahal, di leg pertama mereka tertinggal 1-2. ''Kali ini kami datang dengan ekspektasi besar, dan kami tahu apa yang kami lakukan, dan sekuat apa kami mampu mengatasinya,'' katanya. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2018 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2018 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
glowhite