Tutup Iklan
hijab
  
Ganjar Inginkan Pilkada Gak Mau Serem-sereman

Ganjar Inginkan Pilkada Gak Mau Serem-sereman

Nur AK
13 Maret 2018
Dibaca : 103x
Ganjar meminta saran dari Buya Syafii tentang Pilkada Jateng. Saran tersebut berupa petunjuk Pilkada agar bisa berjalan adem, ayem dan bermutu.

Apa kabar dengan Pilkada Jateng 2018? Walaupun hanya 2 paslon saja yang akan bersaing di Pilkada mendatang, persaingan keduanya tampak sengit dalam mengenalkan mereka ke masyarakat jawa Tengah.

Apalagi usaha yang dilakukan Sudirman Said-Ida Fauziyah pasti lebih besar ketimbang Ganjar Pranowo-Taj Yasin. Pasalnya, Ganjar yang saat ini sedang menjabat sebagai Gubernur Jateng, kembali mencalonkan dirinya dalam kontestasi Pilkada 2018.

Ganjar yang namanya sekilas tersandung dalam kasus proyek e-KTP tersebut, masih berani mencalonkan Gubernur Jateng.

Hari ini (13/2), Cagub Jateng nomor urut 1, Ganjar Pranowo menyempatkan diri untuk sowan ke mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif di Grha Suara Muhammadiyah.

Menurut laporan, dalam pertemuan yang digelar tertutup itu, Ganjar berbincang selama hampir satu jam dengan Buya Syafii. Ia memang telah lama menginginkan pertemuannya dengan Buya Syafii. Namun, baru hari ini bisa diterima oleh Buya.

Ketika ditanya, Ganjar mengatakan yang sejujurnya, ia memang meminta saran dari Buya Syafii tentang Pilkada Jateng. Saran tersebut berupa petunjuk Pilkada agar bisa berjalan adem, ayem dan bermutu, seperti yang dikatakannya. Bukan Pilkada yang galak, menurutnya.

Ganjar mengaku senang dengan suasana Pilkada Jateng saat ini karena jauh dari konflik dan permusuhan.

"Pilkada enggak perlu serem-sereman. Persatuan dijaga. Para pasangan mencoba terus menjaga agar adem ayem. Di depan umum tidak menampilkan permusuhan dan serem-sereman. Suasana ini (Pilkada), Jawa Tengah bangetlah. Ada unggah-ungguh dan sopan santun," ungkap Ganjar.

Baginya, sekarang ini merupakan masa-masa yang sangat penting di mana Ganjar harus bisa mengkampanyekan dirinya kepada publik Jateng.

Akankah Ganjar bisa memimpin kembali Jawa Tengah? Dan mengalahkan Sudirman? Ataukah Sudirman bisa menyusul nama Ganjar yang telah lama berkiprah di Jateng?

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2018 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2018 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
JusKulitManggis