Gregory’s Hallmark : Toko Kartu Ucapan Gulung Tikar, Pemilik Pilih Pensiun

Gregory’s Hallmark : Toko Kartu Ucapan Gulung Tikar, Pemilik Pilih Pensiun

Nur AK
29 Des 2017
Dibaca : 1284x
oko Hallmark menjadi cabang berkinerja terbaik di New Jersey dan pernah meraih penjualan hingga 2 juta dollar AS dalam setahun.

Sekitar empat dekade, Gregory dan Diane Kechejian telah membantu ribuan pembeli mengatakan “Selamat ulang tahun”,”Selamat Berbahagia”,”Jadilah Valentine saya”, dan lain sebagainya. Melalui toko kartu Gregory’s Hallmark di Paramus Park Mall, Amerika Serikat, mereka telah menjadi bagian dari perjalanan hidup insan manusia lainnya.

Namun, mereka berdua kini mesti mencari kata-kata terbaik untuk mengucapkan selamat tinggal. Pasalnya, toko kartu Gregory’s Hallmark mengalami gulung tikar mulai, sejak beroperasi tahun 1974. Mereka mesti mengosongkan gerai pada akhir Januari 2018 mendatang.

Gregory's Hallmark adalah sisa masa lalu kejayaan pusat belanja Paramus Park. Setiap harinya, mal itu cukup sibuk dengan lalu lintas pengunjung yang ingin membeli kartu ucapan. Toko Hallmark menjadi cabang berkinerja terbaik di New Jersey dan pernah meraih penjualan hingga 2 juta dollar AS dalam setahun.

Sebelum era digital, kartu memang menjadi sarana utama dalam mengekspresikan sesuatu pada orang lain. Masa jayanya adalah sekitar 1990-an silam. Kini, situasinya telah jauh berubah. Masyarakat dapat dengan mudah berkirim pesan melalui telepon pintarnya. Tak lagi menyisakan ruang bagi toko kartu untuk berkembang. Bisnis kartu perlahan meredup, pundi-pundi ikut lenyap.

Sebelum tutupnya toko Hallmark, mal itu juga sudah ditinggal pergi peritel. Rencana renovasi pusat belanja itu pun terkatung-katung. Alhasil, Gregory dan Diane memutuskan inilah waktu terbaik untuk menutup toko Hallmark.

"Kami memiliki begitu banyak pelanggan setia. Itu akan menjadi bagian terberat bagi kami untuk menutup toko," ujar Gregory, dilansir laman North Jersey.

Hal senada diungkapkan Diane, "pelanggan kami sangat hebat. Kami merasa telah merayakan hidup bersama mereka. Bahkan, kami sampai mengenal anak-anak mereka, keluarga mereka.”

Sementara menurut pelanggan setianya, tumbangnya gerai Hallmark menimbulkan rasa perih. Begitu simbol gulung tikar mencuat di seantaro toko, para pembeli mulai mengeluarkan ponsel dan mengabarkan saudara maupun rekan mereka bahwa Hallmark segera tutup.

"Hati saya remuk," kata seorang pelanggan, Ruth Malakas.

“Hallmark telah menjadi penyewa bernilai tinggi selama beberapa dekade. Meskipun kami selalu sedih melihat penyewa pergi, kami memahaminya sebagai kesempatan untuk menghadirkan pengalaman baru serta mengembangkan mal,” demikian pernyataan resmi Paramus Park Mall.

Namun, mereka memutuskan tak mengambilnya karena besarnya biaya relokasi serta kekhawatiran akan anjloknya pendapatan di tengah guncangan ritel. Mereka juga ingin menikmati masa pensiun dengan nyaman. Saat ini, diketahui Gregory berusia 70 tahun dan Diane berusia 66 tahun.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2021 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2021 LampuHijau.com
All rights reserved