Tutup Iklan
SabunPemutih
  
Indonesia sebagai Tuan Rumah Pertemuan Delegasi AIIB

Indonesia sebagai Tuan Rumah Pertemuan Delegasi AIIB

Nur AK
12 Maret 2018
Dibaca : 240x
Kunjungan tersebut bermaksud untuk melihat program dan perkembangan proyek infrastruktur di Indonesia yang telah dibiayai AIIB.

Hari ini, Senin (12/3), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima delegasi Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Pertemuan dengan delegasi tersebut dilakukan pada pukul 09.00 WIB.

Adapun delegasi yang hadir sebanyak 19 orang. Mereka di antaranya yaitu Nurym Ayazbayev, Mehmet Alper Batur, Phillippe Baudry, Alberto Cogliati, Md. Zahidul Haque, M. M. kutty, Christopher Legg, Emil Levendoglu, Angkhansada Mouangkham, Ofer Peleg, Radek Pyfell, Rionald Silaban, Luky Eko Wuryanto, Yanning Wang, Fang Ke, Evren Dilekli, Nayeem Khan, Weiweng Zheng, dan Labib Abu Rokun.

Sebagai tuan rumah, Presiden didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Kunjungan tersebut bermaksud untuk melihat program dan perkembangan proyek infrastruktur di Indonesia yang telah dibiayai AIIB. Jokowi sangat berterimakasih kepada AIIB karena telah berpatisipasi dalam pembiayaan sejumlah proyek di Tanah Air dalam dua tahun terakhir ini.

Tak hanya berkunjung ke Istana Presiden saja, AIIB juga akan ke Yogyakarta dan Solo pada pekan ini. Kunjungan tersebut diharapkan bisa meningkatkan bantuan yang diberikan AIIB untuk pembangunan infrastruktur di kedua kota tersebut.

Indonesia sendiri, menurut pengakuan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, tiga proyek yang didanai AIIB merupakan bagian dari 12 proyek infrastruktur yang tersebar di sejumlah negara dengan total pembiayaan sebesar 2,2 miliar dolar AS, yang mencakup pembangunan waduk hingga infrastruktur regional.

Sekadar informasi, Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) merupakan lembaga keuangan internasional yang diusulkan oleh China pada tahun 2013. Sebagai pendirinya yakni terdiri dari 40 negara. Hanya Amerika Serikat, Jepang dan Kanada yang tidak bergabung AIIB sebagai anggota pendiri. Namun, sewaktu-waktu mereka dapat mengajukan permohonan untuk bergabung sebagai anggota.

AIIB memiliki tujuan untuk mengatasi kebutuhan pembangunan infrastruktur di Asia. Pasalnya, menurut Bank Pembangunan Asia, Asia membutuhkan $800 milyar setiap tahun untuk kepentingan infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, pembangkit listrik atau proyek-proyek infrastruktur lainnya sebelum tahun 2020.

AIIB dianggap sebagai saingan IMF, Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB), yang sangat didominasi oleh negara-negara maju seperti Amerika Serikat.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
hijab