Jangan Pesimis, Berikut 5 Langkah untuk Mendekatkan Anak Anda dengan Saudara Tirinya

Jangan Pesimis, Berikut 5 Langkah untuk Mendekatkan Anak Anda dengan Saudara Tirinya

Nur AK
22 Feb 2018
Dibaca : 287x
Bila Anda ingin anak akur dengan saudara tirinya, pastikan Anda juga bisa meluangkan waktu untuk saling mengenal dan mendekatkan diri dengan anak tiri Anda.

Salah satu tantangan ketika menikah lagi usai bercerai adalah mengeratkan kedekatan anak kepada keluarga barunya. Keluarga campuran yang baru ini diharapkan bisa menciptakan suasana rumah yang bahagia dan penuh kehangatan, baik untuk anak-anak dan juga orangtua.

Namun, tak jarang, menjadi keluarga campuran terkadang dapat menimbulkan konflik dan kebencian, apalagi antar anak kandung ataupun anak tiri. Mereka mungkin merasa tidak nyaman dengan kehadiran orang baru di keluarganya.

Anda sebagai orang tua yang mengalami hal ini, jangan merasa pesimis dulu, ada kemungkinan anak kandung Anda bisa akur dengan saudara tirinya tapi memang butuh waktu, komitmen, kesabaran, dan batas-batas baik dari kedua orangtuanya.

Dilansir dari hellosehat.com (22/2/2018), berikut beberapa tips agar anak kandung Anda akur dengan saudara tirinya:

1. Ajari anak-anak untuk berbagi dan saling menghormati

Mengajarkan anak-anak untuk berbagi dan menghormati akan kepemilikan satu sama lain itu penting. Selama proses pencampuran keluarga, anak-anak akan merasa gaya hidupnya mungkin akan berubah. 

Selain itu, penting bagi anak-anak Anda untuk saling berbagi jika dalam satu rumah. Anda mungkin bisa mempertimbangkan untuk membuat jadwal supaya anak-anak bergantian menggunakan sesuatu, jika satu anak merasa saudara mereka mendapatkan jatah lebih banyak.

Serta penting juga untuk mengajari anak-anak untuk saling menghargai satu sama lain. Ajari mereka bahwa ada beberapa hal yang tidak bisa mereka ambil atau gunakan. Tunjukkan pada mereka bahwa Anda menghormati barang-barang pribadi mereka dan mengharapkan mereka lakukan hal yang sama untuk masing-masing.

2. Berikan anak Anda privasi

Anak-anak, terutama di usia remaja, membutuhkan privasi. Menggabungkan keluarga Anda dengan keluarga pasangan Anda dapat membuat mereka merasa seperti ruang dan privasi mereka diambil. Ruang pribadi atau privasi menjadi hal yang penting dalam keluarga campuran. Bila memungkinkan, anak-anak harus memiliki kamar sendiri. Namun, jika mereka tidak bisa memiliki kamar yang terpisah, pastikan mereka tetap bisa memiliki privasi untuk dirinya sendiri. Misalnya mereka tetep bisa memiliki mainan, atau barang yang menjadi miliknya sendiri. Bukan berarti Anda tidak mengajarkannya untuk berbagi. Namun, beri anak ruangnya sendiri.

3. Luangkan waktu untuk mendekatkan diri

Bila Anda ingin anak akur dengan saudara tirinya, pastikan Anda juga bisa meluangkan waktu untuk saling mengenal dan mendekatkan diri dengan anak tiri Anda. Misalnya, Anda mungkin mencoba meluangkan waktu makan keluarga bersama dan membicarakan apa yang sudah mereka lalui di hari itu. Atau Anda bisa melakukan liburan bersama.

4. Jadilah contoh yang baik

Anak-anak dan anak-anak Anda mengambil banyak hal hanya dari mengamati Anda dan pasangan Anda, jadi pastikan untuk memberi contoh yang baik. Berbicara dengan mereka dan satu sama lain dengan hormat dan baik hati, bahkan saat hal-hal yang tegang. Biarkan mereka melihat Anda menangani konflik dengan anugerah dan rasa keadilan yang kuat. Tunjukkan pada mereka bagaimana cara mendengarkan dan perhatian, dengan mendengarkan dan bersikap memperhatikan dengan mereka dan pasangan Anda.

5. Bersikap adil

Keadilan sangat diperlukan dalam hubungan orang tua dengan anak, untuk menghindari konflik atau pertengakaran yang terjadi antara orang tua dengan anak maupun anak dengan anak sendiri. Sehingga anak pun merasa dihargai oleh keluarga barunya.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved