Jatuh Bangun Syahdon, Si Pengrajin Kancing Tulang Sapi

Jatuh Bangun Syahdon, Si Pengrajin Kancing Tulang Sapi

Nur AK
10 Jun 2018
Dibaca : 284x
Sebelum memanfaatkan tulang sapi, Syahdon membuat kancing dari bahan kerang.

Pengrajin kancing berbahan tulang sapi, Syahdon (55) sudah 35 tahun menggeluti usahanya di rumah produksinya di Jalan Kayu Angin, Desa Kedonganan, Kecamatan Kuta, Badung, Bali. Ia mengaku pernah merasakan jatuh bangun dalam mengembangkan usahanya tersebut hingga bisa dikenal oleh masyarakat luas khususnya daerah Bali.

Sebelum memanfaatkan tulang sapi, Syahdon membuat kancing dari bahan kerang. Barulah setelah itu, ia beralih ke tulang sapi yang awalnya hanya coba-coba. Namun, banyak pelanggan yang suka.

Adapun cara pembuatannya, tulang sapi dipotong hingga terbelah menjadi dua bagian. Lalu, rebus tulang dalam panci beberapa menit agar tidak terlalu keras ketika dibentuk. Setelah itu, tiriskan lalu jemur hingga mengering. Selanjutnya, barulah tulang sapi bisa dibentuk bulat dengan mesin dynamo.

Saat tulang sapi sudah terbentuk bulatan-bulatan pipih kecil, ampelas hingga halus, dan dibor menggunakan ukuran 1 atau 2 milimeter.

Sebelum menggunakan bor, Syahdon mengaku dalam melubangi kancing memerlukan proses panjang. Kini, tak sampai hitungan menit lubang kancing sudah selesai dan selanjutnya tinggal diservis mengkilat.

"Proses terakhir baru diservis agar mengkilap, kalau tulang sapinya harus pakai yang tulang kaki sapi. Karena kalau tulang lainnya seperti rusuk itu rapuh dan mudah pecah kalau dibentuk. Intinya cari tulang sapi kuat," jelas pria asal Pulau Ra'as, Kabupaten Madura Sumenep, Jawa Timur, ini.

Ukuran kancing yang dibuatpun beraneka ragam, mulai dari ukuran paling besar 22 dan 18 centimeter, dan ukuran paling kecil dari 15 sampai 12 centimeter. Adapun bentuk yang dibuat menyesuaikan orderan yakni bulat, oval dan kotak. Dengan harga kancing berkisar Rp 1.500 sampai Rp 7.500.

Dalam waktu seminggu, Syahdon bisa membuat 3.000 kancing tulang sapi. Ia mengerjakannya tak sendirian, melainkan dibantu dengan dua temannya. Biasanya temannya lah yang meminta orderan untuk dimasukkan ke garmen.

Syahdon mengklaim bahwa kancing produksinya itu lebih kuat dan lebih awet dari kancing plastik. Bahan baku pembuatan kancing tersebut ia pesan dari pelanggannya di Jember, Jawa Timur. Biasanya untuk tulang kaki sapi yang sudah dipotong yang berukuran 30 centimeter hanya bisa menjadi 10 bentuk kancing.

Sayang, tahun ini industri kancing Syahdon tengah sepi pelanggan, berbeda dengan tahun sebelumnya di mana orderan kancing bisa mencapai ribuan.

"Kalau sekarang sepi orderan, berbeda dengan tahun sebelumnya, tapi Alhamduillah hanya cukup buat dimakan sama keluarga saja. Kalau tidak ada orderan ya saya jadi tukang ojek, sama kerja bangunan buat makan sehari-hari tapi kalau ada orderan ya saya kerja buat kancing lagi," keluhnya sambil bersyukur.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved