Jokowi: Kru Film sangat Dibutuhkan untuk Menyeimbangkan Industri Film Tanah Air

Jokowi: Kru Film sangat Dibutuhkan untuk Menyeimbangkan Industri Film Tanah Air

Nur AK
30 Maret 2018
Dibaca : 224x
Dua tahun terakhir ini, Presiden Jokowi menilai perfilman Tanah Air mengalami loncatan yang cukup bagus.

Dunia perfilman mendapat perhatian khusus dari Presiden Indonesia Joko Widodo. Sejak kepemimpinannya, dua tahun terakhir ini, Presiden Jokowi menilai perfilman Tanah Air mengalami loncatan yang cukup bagus. Salah satunya yakni meningkatnya jumlah bioskop dan jumlah penontonnya secara signifikan.

Presiden Jokowi sempat memikirkan hal tersebut usai menyaksikan film Yowis Ben di Cinemaxx Malang Town Squars (Matoos), pada Rabu (28/3/2018) malam. Di malam itu, Jokowi tak sendirian, ia ditemani oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Nonton bareng tersebut ternyata merupakan nobar dengan pemeran Yowis Ben yakni Bayu Skak, Brandon Salim, dan Devina Aureel.

Namun, menurut Jokowi, peningkatan jumlah bioskop dan pembuatan film tak sebanding dengan peningkatan jumlah kru pembuat film. Lantaran Jokowi mendapat informasi bahwa penciptaan film ini ternyata kekurangan kru film. Kekosongan profesi inilah yang harus diisi, yang menurutnya bisa didapatkan melalui tenaga terampil yang dihasilkan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"Jurusan yang berkaitan dengan perfilman itu ada kurang lebih 120 SMK, tapi baru diperbaiki atau direvitalisasi 18 SMK. Perlu perbaikan sarana prasarana, meng-update guru-guru yang ada. Sehingga kekurangan kru di dalam perbuatan film betul-betul kita isi," ungkapnya.

Biasanya kan lulusan SMK itu bingung mau mencari lowongan kerja di mana, nah kesempatan inilah yang harus mereka manfaatkan untuk meningkatkan industri perfilman Tanah Air.

Presiden juga menghimbau Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mempercepat revitalisasi SMK. Sebab, sesuai dengan slogannya bahwa SMK itu memang dituntut untuk siap kerja setelah mereka lulus. Dan keterampilan siswa SMK harus bisa diaplikasikan untuk kemajuan negara Indonesia.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved