Kenali Sleep Apnea pada Anak Sejak Dini

Kenali Sleep Apnea pada Anak Sejak Dini

Nur AK
29 Des 2017
Dibaca : 304x
Para ahli menyimpulkan adanya hubungan antara sleep apnea dan hilangnya neuron, serta pelambatan pertumbuhan syaraf pada otak anak.

Bagi Anda, orang tua yang memiliki anak kecil. Harus memperhatikan hal berikut. Dilansir dari sainskompas, saat anak melakukan aktivitas tidurnya, kemudian berhenti napas saat tidur atau sleep apnea pada anak, diketahui merubah perilaku dan kecerdasannya.

Penelitian baru dari laboratorium tidur University of Chicago, membuktikan lewat uji neurokognitif dan MRI bahwa mendengkur berakibat langsung pada otak. Berbagai data menunjukkan bahwa sekitar 5 persen anak didapati mendengkur saat tidur dan menderita sleep apnea. Anak mendengkur lalu saluran nafasnya menyempit hingga tak ada udara yang bisa lewat. Akibatnya anak seolah tercekik dalam tidur. Karena sesak ia akan terbangun sejenak. Proses tidur pun terpotong.

Walau anak tidak sampai terjaga, tapi episode ini sudah memotong proses tidur. Akibatnya kualitas tidurnya buruk dan penderita sleep apnea akan mengalami hipersomnia atau kantuk berlebihan di siang hari. Hanya saja, pada anak, kantuk akan tampak sebagai gejala hiperaktivitas dan gangguan konsentrasi.

Para peneliti menilai fungsi dan citra otak anak usia 7-11 tahun. Hasil MRI dibandingkan dengan anak yang tidak tidur ngorok. Hasilnya sangat mengejutkan. Anak-anak dengan sleep apnea memiliki pengurangan volume gray matter di otaknya. Fungsi gray matter adalah untuk memproses informasi di otak, termasuk membuat keputusan, kontrol diri, persepsi, ingatan, gerakan, dan kemampuan bicara.

Bagian yang terganggu pada otak antara lain :

  • Korteks frontal: yang berkaitan dengan gerakan, bahasa, ingatan dan kemampuan untuk mengambil keputusan.
  • Korteks prefrontal: memprosis perilaku kompleks, kepribadian dan perencanaan.
  • Korteks parietal: mengintegrasikan masukan sensorik.
  • Lobus temporal: yang mengatur fungsi-fungsi pendengaran.
  • Batang otak: mengatur fungsi-fungsi nafas dan jantung.

Para ahli menyimpulkan adanya hubungan antara sleep apnea dan hilangnya neuron, serta pelambatan pertumbuhan syaraf pada otak anak. Walau penelitian ini masih baru dan dilakukan hanya pada sejumlah kecil anak, tapi hasilnya sangat signifikan. Diperkirakan anak akan mengalami penurunan IQ antara 8 hingga 10 poin. Angka yang relatif aman jika IQ anak Anda lebih dari 150. Tapi bagaimana jika IQ nya hanya rata-rata saja? 8-10 poin bisa sangat berarti.

Para ahli juga mengingatkan, kerusakan pada otak atau gagalnya muncul suatu potensi otak, tidak akan bisa dipulihkan walaupun sleep apnea sudah di atasi. Sehingga deteksi dan perawatan sleep apnea harus dilakukan sedini mungkin.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved