Kenapa Pengungsi Buleleng Gunung Agung Pulang? Padahal Belum Ada Surat Edaran Resmi

Kenapa Pengungsi Buleleng Gunung Agung Pulang? Padahal Belum Ada Surat Edaran Resmi

Nur AK
7 Jan 2018
Dibaca : 311x
Pertimbangan pengungsi untuk balik diambil lantaran sekolah di Desa Dukuh sudah dibuka.

Berdasarkan dari pantauan Minggu siang (7/1/2018), di beberapa posko pengungsian Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, nampak sepi.  Dua posko, Posko Kepala Desa Tembok dan di Posko II Desa Tembok, nyaris tidak ada aktivitas pengungsi. Rupanya, ribuan pengungsi asal Karangasem yang ditampung di Buleleng mulai pulang ke kampung halamannya.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, hingga Minggu (7/1/2017) jumlah pengungsi yang diperkirakan pulang mencapai 2 ribu jiwa.

Keputusan pulang diambil pasca Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM menurunkan radius aman Gunung Agung dari sebelumnya 8-10 kilometer menjadi 6 kilometer sejak Kamis (4/1/2017) lalu.

Sedangkan di Posko III Desa Tembok, masih ada pengungsi yang di tampung di lokasi ini sebanyak 56 jiwa (10 KK)  dari awalnya sebanyak 166 jiwa (48 KK).

"Ini kemas-kemas pulang, Pak. Soalnya radiusnya diturunkan, jadi sudah aman katanya. Anak saya juga mau sekolah karena sekolahnya sudah dibuka" tutur Nengah Sungsang, 48, yang ditemui tengah menaikkan barang seperti kasur, peralatan masak dan pakaian ke mobil pick up.

Namun hal berbeda ditunjukkan Nyoman Nyeri (42), yang juga pengungsi asal Dusun Batugiling, Desa Dukuh. Wanita bertubuh tambun ini lebih memilih bertahan di pengungsian. Alasannya karena belum ada surat edaran resmi dari pemerintah terkait kondisi Gunung Agung.

"Kalau sudah ada surat edaran resmi dari pemerintah untuk diperbolehkan pulang, baru saya pulang. Biar ga bolak balik. Kami juga disuruh bertahan sama Mekel Temboknya dan Kadus yang menampung kami. Pokoknya kita tunggu surat resminya," jelasnya.

Koordinator pengungsi di Posko III Desa Tembok, Nyoman Putu mengaku tak menampik ratusan pengungsi sudah pulang secara mandiri. Menurutnya pertimbangan pengungsi untuk balik diambil lantaran sekolah di Desa Dukuh sudah dibuka, seperti SDN 1 Dukuh, SDN 2 Dukuh dan SDN 4 Dukuh. Sedangkan satu sekolah, SD 3 Dukuh masih tutup.

"Sekolah sudah buka di Dukuh. Itu yang menyebabkan mereka pulang. Karena anak-anaknya sudah bisa bersekolah Senin besok," kata Nyoman Putu.

Atas kondisi ini, pihaknya pun tidak berani melarang para pengungsi untuk pulang. Namun dirinya akan menunggu surat edaran resmi dari pemerintah terkait boleh tidaknya untuk pulang.

"Biar tidak salah, ya kita tunggu surat resminya. Kita tunggu maksimal sampai tanggal 22 Januari karena kits disuruh nunggu surat edaran sampai tanggal itu. Jika sampai 22 Januari surat tidak datang, tapi kondisi masih aman seperti ini, ya lebih baik pulang saja" jelas pria yang berprofesi sebagai Guru SD di SDN 3 Dukuh ini.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2020 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2020 LampuHijau.com
All rights reserved