Tutup Iklan
hijab
  
Kepolisian Menghimbau Pemprov DKI Mengkaji Kembali Penataan Tanah Abang

Kepolisian Menghimbau Pemprov DKI Mengkaji Kembali Penataan Tanah Abang

Nur AK
29 Des 2017
Dibaca : 243x
Halim akan memberikan saran ke Pemprov DKI agar PKL yang berjualan di Jalan Jatibaru dipindahkan ke Blok G.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra meminta Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat kembali dibuka untuk umum. Saat ini ruas jalan tersebut ditutup dan digunakan untuk para PKL berjualan pukul 08.00-18.00.

"Makanya itu tergantung dari Pemda kebijakannya, saya minta ditinjau ulang kebijakan yang dilakukan," ucap Halim, Jumat (29/12/2017).

Selain itu, Halim juga meminta Pemprov DKI agar merelokasi PKL yang berjualan di trotoar kawasan tersebut. Menurut dia, fungsi trotoar harus dikembalikan bagi pejalan kaki.

"Segala fungsi trotoar dan badan jalan saya sampaikan saran kepada pemerintah daerah untuk dikaji ulang," ucap dia.

Halim akan memberikan saran ke Pemprov DKI agar PKL yang berjualan di Jalan Jatibaru dipindahkan ke Blok G.

"Karena waktu yang lalu saya lihat lebih tertib ditempatkan di (blok) G karena kosong situ, jadi lebih bagus di sana dari pada dicarikan tempat yang kira-kira mengganggu lalu lintas," imbuh Halim.

Rupanya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup dua jalur yang ada di depan Stasiun Tanah Abang atau Jalan Jati Baru setiap hari mulai pukul 08.00-18.00. Penutupan jalan ini merupakan bagian dari konsep penataan Pasar Tanah Abang jangka pendek ala Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno.

Satu jalur akan digunakan untuk PKL, sedangkan satu jalur lainnya digunakan untuk jalur transjakarta. Para PKL disediakan tenda yang bisa didapatkan secara gratis tanpa dipungut retribusi. Disediakan juga enam shelter transjakarta di sekitar Tanah Abang yang akan beroperasi dengan mengelilingi seluruh pasar.

Sementara itu, dalam jangka panjang, akan dibangun transit oriented development (TOD) di Tanah Abang.

Belum ada seminggu ruas jalan ditutup, banyak sekali masyarakat yang kontra, terlebih aparat kepolisian yang meminta pemprov DKI untuk mengkaji ulang keputusan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta tersebut. Seharusnya, sebelum penataan Pasar Tanah Abang yang terbaru, Pemprov mengkaji ulang mengenai keberadaan trotoar.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
powerman