Keuntungan dan Kelemahan PDIP jika Usung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018

Keuntungan dan Kelemahan PDIP jika Usung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018

Bang RM
30 Des 2017
Dibaca : 524x
PDIP Masih Belum Pastikan Usung Calon Gubernur Jabar

Lampuhijau.com - Pendaftaran Calon Gubernur Jawa Barat tinggal sebulan lagi, beberapa Partai politik seperti Gerindra, Nasdem, Demokrat sudah pasti mengusung calon-calon Jagoan mereka yang akan berlaga di Pilgub Jawa Barat 2018 mendatang. Gerindra sudah dipastikan mengusung Sudrajat, Nasdem dengan Ridwan Kamil dan Demokrat mengusung Dedy Mizwar. Hanya PDIP yang justru mempunyai kursi DPRD Jabar terbanyak yang masih belum menentukan pilihan baik koalisi maupun calon gubernurnya.

Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi menilai bahwa PDIP sebaiknya merapat atau mengusung Ridwan Kamil pada Pilgub Jabar ini jika ingin memenangkan Pilgub Jabar 2018 mendatang. Seperti diketahui pada beberapa pilkada lainnya temasuk pilkada DKI Jakarta, PDIP selalu kalah dalam mengusung jagonya. Karena itu pada Pilkada Jawa Barat ini, jika tidak ingin kalah lagi, Ridwan Kamil pilihan yang tepat bagi PDIP.

Airlangga menilai, elektabilitas Ridwan Kamil di Pilgub Jabar masih lebih tinggi dibandingkan calon gubenur lainnya, ini jadi modal PDIP untuk memenangkan Pilgub Jabar karena kursi DPRD Jabar yang dipegang PDIP merupakan kursi terbanyak yaitu 20 kursi. ""Ini harus jadi pertimbangan PDIP untuk gandeng Ridwan Kamil, apalagi PDIP pernah kalah di beberapa pilkada termasuk Pilgub Jakarta," ujar Airlangga.

Lebih jauh Airlangga berpendapat, jika pilgub Jabar ini dimenangkan oleh PDIP, maka untuk Pilpres 2019, PDIP bakal mempunyai potensi yang besar di Jawa Barat. Jika tidak mendukung Ridwan Kamil maka akan ada kerugian yang diterima PDIP yaitu kehilangan suara yang cukup besar di Jawa Barat.

Berbeda dengan Airlangga Pribadi, Pakar Politik dan Pemerintahan Univesitas Parahyangan Bandung (UNPAR), Asep Warlan, berpendapat sebaliknya, Ridwan Kamil akan banyak kehilangan suara dibawhnya jika didukung oleh PDIP pada Pilgub Jabar ini. Asep berpendapat bahwa masyarakat Jawa Barat masih sangat religius dan tradisional serta banyak yang berharap mendapatkan pemimpin di Jawa Barat ini dari sosok pemimpin yang religius.

Efek Ahok pada pilkada DKI Jakarta yang diusung PDIP, masih sangat besar pengaruhnya jika lawan  politik Ridwan Kamil menghembuskan isu identitas, bahkan banyak anggapan dari masyarakat bawah, lanjut Asep, PDIP masih dikonotasikan sebagai partai anti islam. Ini yang akan berdampak besar bagi Ridwan Kamil jika didukung oleh PDIP. "Tanpa bermaksud isu SARA, Jawa Barat butuh sosok yang religi karena persepsi masyarakat," ujar Asep.

Asep menambahkan bahwa isu keagamaan menjadi pondasi kuat di Pilgub Jabar yang mengidentikan kepada partai dan si calon. Bahkan, mayoritas masyarakat di Jawa Barat mengharapkan sosok yang religius..Meski kemungkinan mendukung Ridwan Kamil terbuka, tapi menghilangkan frame isu SARA dari Pilgub DKI Jakarta masih jadi pekerjaan rumah PDIP.

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2020 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2020 LampuHijau.com
All rights reserved