Keuntungan Punya Lemari Obat di Rumah, Bisa Memberikan Pertolongan Pertama

Keuntungan Punya Lemari Obat di Rumah, Bisa Memberikan Pertolongan Pertama

Nur AK
24 Jan 2018
Dibaca : 399x
Lemari obat di rumah umumnya diisi dengan jenis obat bebas.

Apakah Anda sudah memiliki lemari obat atau kotak P3K di rumah Anda? Jika belum punya, silakan sediakan kotak obat atau lemari obat di rumah beserta dengan isinya. Pasalnya, benda tersebut menentukan siap tidaknya keluarga menghadapi situasi darurat datangnya penyakit, maupun kecelakaan yang datang secara tiba-tiba.

Lemari obat di rumah umumnya diisi dengan jenis obat bebas. Beberapa mungkin diisi obat bebas terbatas, dan jarang obat resep dokter. Bagi pasien tertentu mungkin diperlukan obat resep dokter cadangan untuk penyakit khusus, jika sewaktu-waktu diperlukan. Obat bebas dipilih dari jenis untuk pertolongan pertama, atau untuk maksud mendahulukan keselamatan.

Seperti ban mobil serep, lemari obat di rumah akan terasa pentingnya saat dibutuhkan. Berikut ini beberapa keuntungan saat Anda sudah memiliki lemari obat atau kotak P3K di rumah, di antaranya:

1. Obat anti alergi yang murah, kehadirannya di lemari obat rumah sangat berarti, ketika tengah malam ada anggota keluarga terserang biduran.

2. Tablet asma, misalnya saja digunakan ketika dini hari serangan asma menyerang. Tanpa kehadirannya di lemari obat, sesak nafas asma membuat Anda susah tidur sampai pagi.

3. Obat mencret dan obat muntah diperlukan terutama pada balita dan usia lanjut, lebih berisiko kekurangan cairan atau dehidrasi. Kekurangan cairan yang terlambat diatasi bisa menimbulkan syok. Syok yang terlambat diatasi (dengan infus) sukar dipulihkan. Bukan mustahil bisa berakhir dengan kematian. Jika mencret dan muntah tak terhindar, oralit dibutuhkan supaya ancaman syok tidak lekas terjadi. Larutan oralit yang segera diminum menunda kemungkinan terjadinya syok.

4. Pusing tengah malam bisa bikin susah tidur. Begitu juga jika nyeri kepala migren, sakit gigi, dan nyeri haid. Semua jenis obat ini menjadi penyelamat bagi seluruh anggota keluarga agar terbebas dari begadang lantaran tidak bisa tidur. 

5. Nyeri sendi dan encok juga membuat Anda serba salah. Berbaring salah, duduk pun tetap nyeri. Obat encok, termasuk obat anti asam urat penawar penyakit gout atau pirai, menjadi sangat berjasa kalau malam hari encok mengganggu tidur.

6. Batuk tak jarang bikin tidur terganggu. Obat batuk sama perlunya dengan obat sakit gigi atau mulas-mulas. Satu hal yang perlu diingat dalam memilih obat batuk, yaitu batuk kering pakai jenis tablet dan batuk basah pakai jenis sirup.  Kandungan kedua jenis obat batuk memang berbeda. Selain itu tidak semua obat batuk boleh diminum pasien jantung, darah tinggi, dan pengidap glaucoma (tekanan bola mata meninggi).

7. Mendadak demam tinggi tengah malam sama repotnya dengan sakit gigi, terlebih pada anak. Demam kelewat tinggi bisa memicu stuip atau kejang demam pada anak-anak. Obat demam sama pentingnya dengan semua obat anti nyeri. Satu yang perlu diingat, obat demam dan obat nyeri itu sekerabat. Semua obat anti nyeri bisa untuk demam, hanya potensinya berbeda-beda. Ada golongan analgetic-antipyretic yang lebih kuat anti nyerinya, ada yang lebih kuat anti demamnya. Namun perlu dibedakan antara obat anti nyeri dan anti demam dengan obat flu. Semua obat flu mengandung anti demam dan anti nyeri dari jenis yang berbeda-beda. Keluhan nyeri kepala yang menyertai flu tidak cukup dengan obat sakit kepala, melainkan perlu obat flu. Sebab selain ada obat nyeri kepalanya, dalam obat flu ada obat batuk pileknya.

8. Jika ada anggota keluarga sukar tidur (insomnia), tidak salah jika siap obat tidur. Tidak bisa tidur mengganggu kinerja esok harinya.

9. Jika di rumah masih ada anak yang berbakat kejang demam (stuip), obat anti demam yang sudah diracik dengan anti kejang perlu selalu tersedia sebagai pencegahan. Mengapa? Sebab setiap kali serangan kejang, sekian ribu bahkan ratusan ribu sel otak akan mati.

10. Pengidap jantung koroner tentu saja harus selalu siap dengan obat anti koroner. Selain di lemari obat, ada baiknya di dompet juga ada, agar jika serangan koroner datang tanpa bisa diduga, obat antinya sudah siap di tangan.

11. Serangan glaucoma juga datang dadakan pada pengidap glukoma. Bisa oleh emosi, juga akibat salah minum obat yang efek sampingnya memicu serangan glaucoma, yaitu serangan nyeri hebat pada bolamata dan kepala.

12. Kesiagaan yang sama juga perlu bagi pengidap ayan atau epilepsi. Jika sewaktu-waktu serangan ayan datang lagi, obat ayan yang segera diminum setidaknya mencegah kejang berlanjut. Kejang ayan merusak dan mematikan sel otak juga.

13. Serangan maag juga bisa datang tengah malam. Mereka yang lagi diet bisa diserang sakit maag malam atau dini hari. Maka obat maag di lemari obat akan sangat berjasa. Jenis obat maag dengan anti nyeri (antispasmodik) ditambah obat penenang, lebih cocok untuk serangan maag dadakan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved