Haid tidak teratur

Kondisi Medis yang Membuat Haid Tidak Teratur

Admin
17 Mei 2022
Dibaca : 178x

Untuk wanita yang telah menikah, terlambat menstruasi kerap kali dikaitkan dengan kehamilan. Padahal, faktanya terlambat datang bulan bisa disebabkan karena beragam hal, termasuk penyakit-penyakit serius. Haid tidak teratur atau menjadi lambat, cepat, bahkan lewat beberapa bulan bisa menandai beberapa kondisi medis. Lalu apa saja sih penyebab haid tidak teratur? 

  • Gangguan Tiroid

Penyebab haid tidak teratur bisa disebabkan oleh gangguan tiroid. Di dalam tubuh, kelenjar ini berperan dalam mengatur metabolisme tubuh. Nah, andaikan kelenjar tiroid terganggu dan tak bekerja dengan baik, salah satu imbasnya siklus menstruasi bisa terganggu. Lalu, seperti apa sih gejala ketika kelenjar tiroid terganggu? Beragam, mulai dari kerontokan rambut, mudah lelah, berat, dan naik-turun drastis, hingga mestruasi yang lebih banyak dari biasanya.

  • Sindrom Ovarium Polikistik 

Sindrom Ovarium Polikistik juga bisa memicu siklus menstruasi terlambat. Masih asing dengan penyakit ini? Menurut ahli di National Institutes of Health - MedlinePlus, merupakan adanya kelainan pada hormon dan sistem metabolisme tubuh, sehingga fungsi indung telur terganggu. Nah, kondisi inilah ujung-ujungnya bisa membuat periode menstruasi tidak teratur. Sayangnya sampai kini penyebab sindrom ovarium polikistik belum diketahui pasti. Akan tetapi, ada dugaan kuat kalau penyakit ini berkaitan dengan kondisi lain. Contohnya, sindrom metabolik atau resistensi insulin.

  • Pemakaian Alat Kontrasepsi

Selain dua hal di atas, penyebab haid tidak teratur juga bisa disebabkan oleh pengunaan alat kontrasepsi. Contohnya, IUD (spiral) atau pil KB. Kedua alat kontrasepsi ini bisa mengakibatkan perubahan berupa flek di antara siklus menstruasi. Bahkan dalam beberapa kasus, pengunaan spiral bisa menyebabkan darah yang keluar lebih banyak ketimbang saat menstruasi.

  • Ketidakseimbangan Hormon

Ketidakseimbangan hormon juga bisa menyebabkan menstruasi tidak teratur. Ada dua hormon yang memainkan peran di sini. Pertama, hormon estrogen yang memengaruhi kesuburan dan siklus haid. Lalu, kedua ada hormon progesteron yang membantu mengatur sistem reproduksi dalam mempersiapkan terjadinya kehamilan, termasuk siklus haid. Nah, jika salah satu hormon tersebut bermasalah, maka siklus haid dan kesuburan akan terpengaruh.

Lalu, apa yang membuat hormon-hormon itu tidak seimbang?

Macam-macam faktor pendorongnya, seperti stres, kegemukan, atau terlalu kurus. Khusus untuk wanita yang masih terbilang muda (20-an tahun atau di bawah), telat datang bulan bisa dipicu oleh kurang matangnya jalur hormonal dari otak ke indung telur. Kabar baiknya, seiring bergulirnya waktu hal ini akan membaik. Dengan kata lain, makin dewasa seorang wanita, maka menstruasi akan semakin teratur.

  • Amenorrhea

Masih asing dengan penyakit ini? Amenorrhea merupakan salah satu gangguan reproduksi pada wanita. Gejalanya ditandai dengan tidak terjadinya menstruasi pada suatu periode atau masa menstruasi. Amenorrhea terdiri dari dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Primer ini merupakan kondisi ketika seseorang belum pernah mengalami menstruasi ketika usia sudah lewat dari 16 tahun. Sedangkan sekunder bila seorang wanita di usia subur (tidak sedang hamil), tetapi tak mendapatkankan haid kemali setelah 3-6 bulan dari haid terakhir. 

  • Pola Hidup Sehari-Hari

Pola hidup tertentu juga bisa menyebabkan menstruasi tidak teratur. Contohnya, jika seseorang melakukan olahraga yang berlebihan atau mengalami penurunan berat badan yang drastis, hal ini bisa mengakibatkan mestruasi tidak teratur. Tak cuma itu saja, penyebab haid tidak teratur juga bisa dipicu oleh obesitas, stres, hingga kurang tidur.

  • Kanker Rahim

Mau tahu gejala kanker rahim pada stadium awal? Salah satunya bisa ditandai dengan terhambatnya siklus menstruasi. Namun, lain lagi ceritanya bila memasuki stadium lanjut. Pengidapnya, justru bisa mengalami perdarahan yang amat banyak. Bahkan, lebih banyak dari pada perdarahan menstruasi normal. Hal yang perlu ditegaskan, gejala stadium awal kanker rahim buka cuma ditandai dengan telat datang bulan saja. Masih ada mual, tubuh mudah lelah, berat badan menurun, hingga nyeri saat berkemih atau berhubungan seksual.

  • Penyakit kronis

Penyakit kronis seperti diabetes juga bisa menyebabkan menstruasi tidak teratur. Kok bisa? Alasannya jelas, gula darah yang enggak stabil bisa memengarui perubahan hormon. Nah, kondisi inilah yang bisa membuat menstruasi jadi tidak teratur atau terlambat.

  • Penyakit Celiac

Penyakit celiac merupakan penyakit autoimun karena mengonsumsi guleten. Ketika tubuh mengonsumsi gluten, maka sistem imun akan memberikan reaksi, sehinnga merusak lapisan usus halus. Nah, ketika usus halus rusak, penyerapan nutrisi pun akan terhambat (malabsorpsi nutrisi) hingga menyebabkan menstruasi terhambat.

  • Kista

Siklus menstruasi yang tidak teratur atau terlambat juga bisa disebabkan oleh kista, lebih tepatnya kista ovarium. Tumor jinak ini bisa menimbulkan gejala lainnya, seperti rasa nyeri yang berlebihan pada menstruasi.                                                                      

Dalam mengatasi menstruasi tidak lancar, Anda harus memahami faktor penyebabnya. Oleh karena itu, segera konsultasikan ke dokter apabila Anda mengalami menstruasi tidak lancar agar dapat ditangani dengan tepat. Ada beberapa cara mengatasi menstruasi tidak lancar berdasarkan penyebabnya, antara lain:

  • Ubahlah gaya hidup menjadi lebih sehat dan kelola stres dengan baik.
  • Ganti alat kontrasepsi yang digunakan, jika setelah 3 bulan penggunaan menstruasi tetap tidak lancar.
  • Lakukan pengobatan terhadap penyakit tiroid atau sindrom ovarium polikistik yang diderita.
  • Jalani konseling jika mengalami stres yang menyebabkan berat badan turun drastis.
  • Lakukan pemeriksaan organ reproduksi secara rutin.

Apabila menstruasi terjadi selama lebih dari 7 hari atau mengalami perdarahan dan merasakan nyeri yang parah selama masa menstruasi, konsultasikan ke dokter agar dapat diketahui penyebabnya dan dapat dilakukan penanganan yang tepat. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2022 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2022 LampuHijau.com
All rights reserved