Tutup Iklan
Tryout.id
  
Kontrak Emas Berjangka Sedikit Lebih Tinggi di Divisi COMEX NYME

Kontrak Emas Berjangka Sedikit Lebih Tinggi di Divisi COMEX NYME

Nur AK
16 Des 2017
Dibaca : 170x
Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar turun maka emas berjangka akan naik.

Emas menjadi perhiasan yang paling diminati oleh para kaum hawa. Logam mulia emas tersebut dinilai paling tinggi di tengah reli pasar saham.

Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir sedikit lebih tinggi pada Jumat (Sabtu pagi WIB), di tengah reli pasar saham yang kuat. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari, naik 40 sen AS atau 0,03 persen, menjadi ditutup pada 1.257,50 dolar AS per ounce.

Sementara kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus bertambah 11,7 dolar AS, atau 0,89 persen, menjadi menetap di 1.331,00 dolar AS per ounce.

Emas mendapat dukungan karena laporan Survei Prospek Bisnis Fed Philadelphia yang dirilis pada Kamis (21/7) oleh Federal Reserve Philadelphia menunjukkan indeks kondisi bisnis secara umum jatuh ke angka negatif 2,9, yang analis catat jauh lebih buruk dari yang diperkirakan.

Laporan tersebut memberikan dukungan luas terhadap logam mulia mendorong para investor beralih ke emas sebagai aset "safe haven". Indeks dolar AS juga turun 0,13 persen menjadi 97,01 pada pukul 17.00 GMT.

Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar turun maka emas berjangka akan naik karena emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih murah bagi para investor.

Sementara Federal Reserve AS pada Rabu (13/12) mengumumkan kenaikan suku bunga ketiga dan terakhir tahun ini, bank sentral juga mengisyaratkan tiga kenaikan suku bunga pada 2018. Pendekatan bertahap diinterpretasikan oleh pengamat pasar sebagai "dovish," dan memberikan beberapa tingkat dukungan pada emas berjangka.

Pada Kamis (14/12), Bank Sentral Eropa (ECB), Bank Sentral Inggris (BoE) dan Swiss National Bank, semua mengumumkan keputusan untuk mempertahankan suku bunga utama mereka tidak berubah. Langkah tersebut mendorong dolar AS menguat.

Indeks dolar AS merupakan sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,27 persen menjadi 93,94 pada pukul 18.21 GMT. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average AS naik 138,40 poin atau 0,58 persen menjadi 24.650,06 poin pada pukul 18.31 GMT. S&P 500 dan Nasdaq juga mengikuti reli Dow Jones.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik tipis 12,9 sen atau 0,81 persen, menjadi menetap di 16,063 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari, naik 8,2 dolar AS atau 0,93 persen, menjadi ditutup di 889,40 dolar AS per ounce.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
hijab