Tutup Iklan
powerman
  
Korut Gempur Senjata untuk Ratusan Orang AS Saat Perang Semenanjung Korea Pecah

Korut Gempur Senjata untuk Ratusan Orang AS Saat Perang Semenanjung Korea Pecah

Nur AK
27 Des 2017
Dibaca : 170x
"Jika pertempuran berskala besar pecah di semenanjung Korea, puluhan ribu warga AS akan meninggal," Patrushev menekankan seperti dikutip dari Russia Today.

Dewan Keamanan Rusia mengeluarkan peringatan sebuah tindakan skala penuh di semenanjung Korea, Korea Utara, akan membunuh puluhan ribu warga Amerika Serikat (AS) yang tinggal di Korea Selatan (Korsel).

Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev mengatakan, AS sangat menyadari kemungkinan serangan Korea Utara (Korut) akan menimbulkan korban jiwa yang besar, sekitar 250 ribu orang Amerika yang berada di Korsel.

"Jika pertempuran berskala besar pecah di semenanjung Korea, puluhan ribu warga AS akan meninggal," Patrushev menekankan seperti dikutip dari Russia Today.

Pejabat keamanan tersebut mengulangi bahwa situs peluncuran artileri dan roket Korut diposisikan hanya 50 kilometer dari Seoul, sebuah kota metropolis yang semarak menampung sekitar 10 juta orang. Sementara itu, Washington memikul tanggung jawab untuk berkontribusi pada 'lingkaran setan' ketegangan di semenanjung tersebut.

"Hari ini, AS membuat pernyataan agresif dan provokatif terhadap kepemimpinan (Korea Utara) dan seluruh rakyat Korea Utara, dan melakukan latihan angkatan udara dan angkatan laut berskala besar bersama dengan Korea Selatan," tutur Patrushev.

Pyongyang merespon dengan peluncuran rudal balistik baru dan pernyataan yang sama kerasnya.

"Lingkaran setan ini dipecah hanya dengan cara politik dan diplomatik saja," imbuh Patrushev.

Ia menekankan, Moskow dan Beijing, sekarang mendorong sebuah peta jalan komprehensif yang mencakup Korut menghentikan uji coba rudal serta nuklirnya, dan AS menghentikan latihan militernya di semenanjung tersebut. Moskow percaya bahwa Washington, sementara waktu dengan pura-pura menganjurkan sebuah rencana perdamaian, memanfaatkan isu nuklir Korut untuk membatasi pengaruh Rusia dan China serta melakukan militerisasi di Asia Pasifik, kata kepala Dewan Keamanan.

"Washington sangat konsisten dalam rencananya untuk menerapkan elemen sistem pertahanan rudal globalnya di kawasan ini," ungkap Patrushev.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
powerman