Mantan Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, Kembali ke Ranah Politik

Mantan Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, Kembali ke Ranah Politik

Nur AK
7 Nov 2017
Dibaca : 318x
Berdasarkan data yang didapatkan, lebih dari 50% rakyat Sisilia tidak memberi suara di pemilu.

LampuHijau - Kabar politik mencuat di Roma ketika mendengar Mantan Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, kembali ke ranah politik. Ini merupakan kemunculan pertama Berlusconi di politik setelah dia didakwa melakukan korupsi dan terlibat skandal seks pada 2013 silam.

Kepastian itu didapat setelah koalisi yang dipimpinnya memenangi pemilu regional Sisilia, Italia, pada Senin 6 November 2017.

Kandidat gubernur Sisilia, Nello Musumeci, yang mendapat dukungan dari Forza Italia, dan dua partai sayap kanan Italia, Liga Utara dan Persaudaraan Italia, memenangi pemilu dengan hasil suara 39%. Forza Italia adalah partai yang dibentuk kembali pada 2013, setelah sempat vakum pada tahun 2009.

"Sisilia telah memilih jalan yang benar, serius, dan membangun berdasarkan kejujuran, kompetensi, dan pengalaman," kata Berlusconi dalam akun Facebook.

Namun, seperti dilaporkan oleh media Italia, meski partai tersebut mendapat 39% suara, lebih dari 50% rakyat Sisilia tidak memberi suara di pemilu. Padahal itu merupakan tugas utama Musumeci yang pertama adalah merangkul rakyat yang tidak hadir di pemilu.

Banyak pengamat menyebut, mantan pemilik klub sepak bola AC Milan itu akan kembali bertarung di pemilihan perdana menteri. Berlusconi menjabat sebagai perdana menteri selama tiga periode sebelum mundur tersandung skandal seks dan korupsi.

Pada 1 Agustus 2013, Pengadilan Kasasi Italia menjatuhkan vonis empat tahun penjara dan dua tahun larangan bekerja sebagai bagian pemerintahan karena terbukti melakukan korupsi. Karena dia sudah berusia di atas 70 tahun, pengadilan pun mengganti hukuman penjara Berlusconi dengan kerja sosial.

Hukum antikorupsi Italia lah yang melarang Berlusconi untuk terlibat dalam pencalonan diri selama enam tahun hingga 2019. Kemudian Berlusconi mengajukan banding ke Pengadilan HAM Eropa.

Pakar politik Universitas Luiss Roma, Roberto D'Alimonte berujar, meski mengajukan banding, sangat sulit bagi Berlusconi untuk maju mencalonkan diri sebagai perdana menteri. Pasalnya, D'Alimonte memberikan sangsi vonis akan turun sebelum pemilu perdana menteri yang dihelat pada Maret 2018.

"Meski begitu, kemenangan di Sisilia jelas meningkatkan kredibilitas Berlusconi," ucap D'Alimonte yang dilansir dari The Telegraph.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved