Jakarta – Di balik derasnya air keran yang mengalir di rumah-rumah warga Jakarta, ada sebuah mesin birokrasi raksasa yang harus dipastikan selalu dalam kondisi prima. Kalau kita ingin tahu apakah sebuah perusahaan layanan publik benar-benar serius melayani pelanggannya, cara paling akurat adalah dengan menengok langsung ke "dapur" manajemen mereka. Tahun ini, PT PAM JAYA bersedia agar dapurnya diinspeksi secara menyeluruh. Hasil racikannya ternyata menuai apresiasi tinggi.
Auditor pemerintah, yakni BPKP Perwakilan Provinsi DKI Jakarta, baru saja mengeluarkan stempel "Sangat Baik" untuk tata kelola perusahaan PAM JAYA. Skor Good Corporate Governance (GCG) yang mereka raih menyentuh angka impresif: 87,099. Angka ini naik kelas cukup terasa dibandingkan dengan tahun 2024 yang masih membukukan skor 85,9. Di dunia korporat pelat merah, lonjakan poin pengawasan ini mengisyaratkan adanya manuver bersih-bersih dan perombakan kultur kerja yang masif di balik layar.
Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, tampaknya sangat menyadari pentingnya menata ulang fundamental perusahaan ini. Mengemban amanah besar untuk mengeksekusi target 100 persen cakupan air perpipaan di Jakarta pada 2029 tentu bukan perkara main-main. Arief Nasrudin tahu persis bahwa mengejar target ekspansi sebesar itu sambil membiarkan mesin internal keropos adalah tindakan bunuh diri. Oleh karena itu, ia memilih untuk fokus membenahi tata kelola terlebih dahulu, menjadikannya fondasi utama sebelum berlari kencang.
"Logikanya sangat sederhana," papar Arief Nasrudin tentang pendekatan yang ia ambil. "Ketika tata kelola perusahaan semakin baik dan transparan, kepercayaan publik otomatis akan semakin kuat. Modal kepercayaan itulah yang membuat kami bisa fokus memberikan pelayanan maksimal tanpa terus-menerus tersandung masalah teknis."
Ujian Nyata Bukan di Atas Kertas
Keputusan manajemen untuk merapikan sistem pengendalian ini rupanya dipantau dengan radar tajam oleh BPKP. Sofyan Antonius, Kepala Perwakilan BPKP DKI Jakarta, memberikan catatan kritis yang sangat penting. Ia mengingatkan jajaran PAM JAYA bahwa auditor tidak akan bisa diakali oleh sekadar kelengkapan administrasi atau tebalnya dokumen prosedur operasi standar (SOP).
Menurut Sofyan, kematangan sebuah instansi hanya bisa diukur dari konsistensi mereka dalam menerapkan prinsip keadilan dan akuntabilitas di lapangan keras. Kabar baiknya, rapor tahun 2025 ini mengonfirmasi bahwa budaya kerja "BERKOMITMEN" yang dicanangkan PAM JAYA mulai berhasil mengubah mentalitas karyawan. Transformasi internal ini menjadi sinyalemen positif. Publik kini tinggal mengawal apakah kebersihan "dapur" tata kelola ini benar-benar konsisten menghasilkan hidangan layanan publik yang memuaskan bagi jutaan warga Jakarta hingga 2029 kelak.
Belum ada komentar, jadilah yang pertama mengomentari artikel ini
Dapatkan strategi SEO terbaik untuk meningkatkan trafik organik serta solusi periklanan yang tepat sasaran.