Tutup Iklan
hijab
  
Megawati Bertitah Ganjar Maju, Apakah Ucapan Megawati Benar?

Megawati Bertitah Ganjar Maju, Apakah Ucapan Megawati Benar?

Nur AK
7 Jan 2018
Dibaca : 40x
Mega berpesan kepada Ganjar untuk tidak melupakan tagline yang selama ini kerap didengungkannya, yakni 'mboten korupsi dan mboten ngapusi'.

Dalam Pilkada Jateng 2018 mendatang, PDI Perjuangan resmi mengusung Ganjar Pranowo maju sebagai Gubernur Jateng lagi. Mantan Anggota Komisi II DPR itu rencananya akan dipasangkan dengan Taj Yasin, putra dari Kyai Maimoen Zubair, atau sering disapa Mbah Moen yang merupakan sesepuh PPP.

"Jadi saya singgung petugas partai, jadiin dia. Kita fight, sekarang tak suruh jadi lagi aja Si Ganjar Pranowo" ungkap Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Minggu (7/1/2017).

Menurut Mega, sosok Ganjar merupakan figur yang bersih dari korupsi. Bahkan, alumnus UGM itu pernah mendapatkan penghargaan tiga kali berturut-turut dari KPK mengenai tingkat kepatuhan LHKPN.

Mega berpesan kepada Ganjar untuk tidak melupakan tagline yang selama ini kerap didengungkannya, yakni 'mboten korupsi dan mboten ngapusi'.

"Njar (Ganjar) titip wong cilik, kartu tani dan kredit tanpa anggunan," tegasnya.

Namun, dibalik ucapan Mega yang mengatakan bahwa Ganjar tidak melakukan korupsi masih menjadi pertanyaan bagi rakyat Jateng khususnya. Pasalnya, KPK sempat menyebut namanya masuk ke dalam kasus korupsi e-KTP yang merupakan tokoh dibelakang dalang Setya Novanto.

Walau bagaimanapun juga, rakyat juga harus mempertimbangkan siapakah Gubernur yang tepat untuk memimpin dan menata Jawa Tengah tersebut.

Sementara, Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief mengimbau, agar masyarakat tak salah memilih calon kepala seperti residivis Korupsi. Hal ini penting dilakukan agar mereka tak menciderai lagi hati pemilihnya, ketika terpilih nanti.

Untuk mendapatkan calon pemimpin yang bersih, KPK menekankan masyarakat perlu mengetahui rekam jejak calon kepala daerah tersebut agar tidak salah pilih. Hal itu sangat berguna untuk kebaikan ke depan bagi daerah tersebut. Karena jangan sampai terjadi tindak pidana korupsi yang merugikan negara.

Selain itu, Laode juga berharap media ikut membantu masyarakat dengan memberikan informasi yang berimbang dan jelas perihal rekam jejak para calon kepala daerah.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2018 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2018 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
JasaReview