Mikroplastik Cemari Kerang di Dasar Laut Samudera Eropa sampai Cina

Mikroplastik Cemari Kerang di Dasar Laut Samudera Eropa sampai Cina

Nur AK
22 Des 2017
Dibaca : 338x
Survei sebelumnya menemukan mikroplastik atau plastik berukuran mikro di luar negara Cina, Cile, Kanada, Inggris dan Belgia.

Kerang yang ditangkap dari Samudera Eropa sampai Cina tercemar potongan kecil plastik. Menurut Lembaga Penelitian Air Norwegia (NIVA), plastik tersebut ditemukan di semua kerang yang diuji di sepanjang pantai Norwegia.

"Mikroplastik telah ditemukan di kerang di mana para ilmuwan telah melihatnya," tuturnya.

Survei sebelumnya menemukan mikroplastik atau plastik berukuran mikro di luar negara Cina, Cile, Kanada, Inggris dan Belgia. Di Norwegia, jenis moluska atau hewan bertubuh lunak, mengandung rata-rata 1,8 bit mikroplastik yang dinyatakan lebih kecil dari 5 milimeter, dengan 4,3 bit di Arktik.

Sementar tahun lalu, peneliti Cina menyatakan kerang bisa menjadi "bioindikator paparan mikroplastik" global. Sebab moluska yang hidup di dasar laut ini di tempat hidupnya terdapat banyak plastik. Tidak seperti ikan, moluska tetap hidup di tempat yang sama.

Dampak mikroplastik terhadap kehidupan laut masih tidak jelas, begitu pula untuk manusia yang mengonsumsinya. Para ilmuwan menduga, risiko akan terlihat setelah memakan kerang dalam jumlah yang banyak.

"Ini adalah sinyal peringatan bahwa kita perlu melakukan sesuatu untuk mengurangi masukan plastik ke laut," harap Richard Thompson, seorang profesor di Universitas Plymouth. Ia adalah seorang ahli mikroplastik tentang penemuannya di seluruh dunia.

Hampir 200 negara menandatangani resolusi PBB mengenai cara untuk menghilangkan polusi plastik di laut. Limbah plastik itu dapat berupa botol, tas supermarket, hingga kemasan makanan. Jumlahnya diperkirakan mencapai 8 juta ton per tahun.

"Ini menjadi perhatian saat ini, dan bukan cerita (mengkhawatirkan) untuk konsumsi manusia," imbuhnya.

Penelitian Profesor Thompson telah menunjukkan, kadar plastik sangat tinggi di dasar laut dapat membahayakan hewan seperti lugworms yang tinggal di dasar laut.

Cina dan Uni Eropa merupakan produsen utama pertanian kerang dalam bisnis global senilai USD3 miliar atau setara dengan 4 miliar dolar Singapura.

Adanya kandungan mikroplastik dalam kerang menandakan pencemaran laut secara global yang mencemaskan, hal ini bisa berakhir di sistem percernaan manusia.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved