Mitos atau Fakta, Apakah Narkoba Memiliki Hubungan dengan Kreativitas Seniman?

Mitos atau Fakta, Apakah Narkoba Memiliki Hubungan dengan Kreativitas Seniman?

Nur AK
15 Feb 2018
Dibaca : 821x
"Hasil kami menunjukkan tidak ada kaitan langsung antara keduanya," jelas Demetrovics.

Baru-baru ini, sejumlah artis papan atas Indonesia terjerat kasus narkoba. Seperti Fachri Albar dan Roro Fitria yang menambah daftar panjang artis yang ditangkap karena kasus narkoba. Roro ditangkap oleh pihak yang berwajib pada Kamis (15/02/2018) pagi.

Tak hanya artis Indonesia, artis luar negeri pun turut menambahkan daftar bahwa sagat banyak artis yang menggunakan narkoba. Apakah alasan mereka mengonsumsi barang terlarang tersebut?

Banyak orang, termasuk beberapa seniman terkemuka, mengklaim bahwa menggunakan zat psikoaktif dapat meningkatkan kreativitas. Namun, sebuah penelitian mematahkan opini tersebut. Zsolt Demetrovics, penulis penelitian ini dikutip dari Psy Post mengatakan penggunaan zat (psikoatif) yang bisa meningkatkan kreativitas belum jelas apakah asumsi itu memiliki dukungan ilmiah atau tidak.

Pria yang bekerja untuk Eötvös Loránd University (Hongaria) dan timnya kemudian menemukan 14 penelitian empiris dan lima studi kasus yang membahas hubungan antara penggunaan zat psikoaktif dengan kreativitas.

Karena penelitian tersebut tergolong sedikit, penelitian yang dipublikasikan dalam Intenational Journal of Mental Health and Addiction tersebut gagal membuktikan penggunaan narkoba secara langsung dapat meningatkan kreativitas atau tidak.

"Hasil kami menunjukkan tidak ada kaitan langsung antara keduanya," jelas Demetrovics.

Namun, para peneliti itu sepertiny belum merasa puas dengan hasil yang mereka dapatkan. Memang ada beberapa bukti bahwa orang yang memiliki kreativitas tinggi cenderung menggunakan narkoba. Beberapa bukti juga menunjukkan bahwa narkoba secara signifikan dapat mengubah gaya pendekatan seseorang, tanpa harus meningkatkan produksi kreativitasnya.

Dengan demikian, untuk mendapat temuannya tersebut, Demetrovics merekrut 72 seniman dalam penelitian kualitatifnya. Mayoritas peserta menyebut bahwa alkohol dan ganja memfasilitasi kreativitas mereka. Para seniman mengatakan bahwa narkoba tersebut digunakan sebagai "alat penyeimbang keadaan emosi ekstrem yang hadir selama proses kreatif".

Pada akhirnya, para peneliti menyimpulkan, penggunaan narkoba mungkin memang berpengaruh pada gaya kreasi mereka. Tetapi keterampilan khusus akibat penggunaan zat psikoaktif dapat berubah sewaktu-waktu.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2020 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2020 LampuHijau.com
All rights reserved