Tutup Iklan
hijab
  
Otto dan Fredrich Hengkang Tinggalkan Setya Novanto Atasi Kasusnya

Otto dan Fredrich Hengkang Tinggalkan Setya Novanto Atasi Kasusnya

Bang RM
9 Des 2017
Dibaca : 251x
Otto :" Nggak cocok", Fredrich :"Masa Satu Kapal Dua Nahkoda"

lampuhijau.com - Kabar mengejutkan datang dari pengacara-pengacara yang menjadi kuasa hukum kasus Setya Novanto, Otto Hasibuan dan Fredrich Yunadi. Dua pengacara kondang ini resmi menyatakan mundur sebagai penasihat hukum Setya Novanto dengan berbagai pertimbngan dan alasan yang berbeda.

Otto Hasibuan, secara resmi menyatakan mundur sebagai penasihat Setnov pada kasus e-ktp karena dirinya merasa tidak cocok dengan Setnov dalam hal menangani perkara."Saya maunya membela ini, caranya begini, tapi dia bilang caranya begini, ah nggak cocok", ujar Otto. Otto Hasibuan sebenarnya sudah menjelaskan metode yang akan digunakan dalam menngani perkara Setya Novanto, namun Setya Novanto rupanya ngeyel dan menganggap cara dirinya yang ingin digunakan.

"Pokoknya lawyer dengan klien tidak ada kesepakatan dalam tata cara menangani perkara", jelas Otto lagi. Awalnya Otto mau jadi penasihat hukum Setya Novanto karena ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa menangani kasus korupsi bisa menggunakan cara yang baik, namun karena kliennya ini berbeda pendapat dengan dirinya, jalan mundur akhirnya diputuskan demi menjaga integritas dirinya sebagai pengacara dan ingin menghilangkan persepsi advokat kotor juga melakukan korupsi.

Berbeda dengan Otto, Friedrich Yunadi yang sejak awal kasus Setya Novanto menjadi penasihat hukumnya bahkan menjadi pengacara yang terkenal dengan pernyataan dan gayanya di kasus Setnov ini menyatakan mundur karena Setya Novanto ternyata menunjuk penasihat hukum lain selain dirinya yaitu Maqdir Ismail. "Dalam satu kapal masa ada dua nahkoda, nanti yang satu maunya kesini yang lin maunya kesana", jela Freidrich.

Namun Freidrich dan Otto Hasibuan menyanggah kalau mundurnya mereka sebagai penasihat hukum Setya Novanto karena ada penasihat hukum lain yang ternyata diminta Setnov sebagai kuasa hukumnya. Kedua pengacara ini menganggap satu tim jadi jika yang satu mundur, satu laginya juga ikut mundur.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
JusKulitManggis