Tutup Iklan
SabunPemutih
  
Penipuan Online Shop di Batam Memanfaatkan Harbolnas

Penipuan Online Shop di Batam Memanfaatkan Harbolnas

Nur AK
15 Des 2017
Dibaca : 300x
Seringkali konsumen online shop tertipu dengan harga barang yang miring.

Penyesalan hanya bisa dirasakan Yanti Mardian (35), warga Perumahan Yose, Tanjunguncang, Batam, Kepulauan Riau. Ia harus rela kehilangan uangnya sebesar Rp3,4 juta setelah tertipu belanja online di salah satu online shop melalui akun Facebook.

Dari pengakuan korban, saat itu ia memesan sebuah lemari pakaian dan pampres bayi pada akhir November 2017 lalu. Akun Stephane Tambunan selaku terlapor menjual barang-barang secara online melalui Facebook.

Yanti menuruti permintaan pelaku untuk mentransfer uang pembelian lemari dan karpet tersebut ke rekening sebuah bank sebanyak Rp3,4 juta, lantaran ingin mendapatkan perlengkapan rumah tangga dengan harga yang miring.

”Harganya memang murah, maka saya tertarik. Dua kali saya kirim uang, pertama minta sesuai harga barang yang dibeli dan kedua minta lagi katanya untuk jaminan agar barang tak ditahan Bea dan Cukai (BC),” jelas Yanti.

Namun setelah dilakukan transfer uang, barang yang dipesan tak kunjung datang. Hampir sepekan lebih korban menunggu barang dan jawaban sang penjual, tapi usahanya sia-sia lantaran tidak mendapatkan respons.

”Akun media sosial pelaku juga tak bisa dihubungi lagi. Saya coba tunggu sampai sepekan tak datang-datang juga barang itu. Saya sudah ditipu rupanya,” imbuhnya.

Hal serupa juga menimpa warga Batuaji bernama Nila. Niat mendapatkan kamera DSLR dengan harga Rp3 juta, wanita 25 tahun itu harus kehilangan uang sampai Rp6,5 juta. Hal itu karena dia diperdayai dengan modus yang sama.

Begitu juga dengan Paryanti, warga Perumahan Pluto, Batuaji. Tergiur dengan promosi karpet murah di media sosial, wanita 33 tahun itu harus kehilangan tabungan sebesar Rp33 juta.

Modus pelaku sama persis yang dialami Nila. Pelaku mulanya meminta transfer Rp600.000 sesuai harga jual karpet yang diunggah pelaku.

Pihak kepolisian Batuaji banyak menerima pengaduan serupa, tapi untuk mengungkap cukup sulit karena keberadaan para pelaku tak bisa dipastikan. Apalagi akun yang digunakan oleh pelaku adalah Facebook. Hal itu juga karena pelaku menggunakan akun media sosial palsu dan berada di luar wilayah Batam.

”Sudah banyak korban. Kami harap masyarakat lebih teliti dan berhati-hati,” harap Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko. Kompol Sujoko meminta masyarakat lebih tanggap dengan kasus penipuan online ini. Pelaku menggunakan berbagai modus untuk mengelabui korban.

Ternyata adanya event Harbolnas dari bisnis online tersebut tidak semuanya dapat dipercaya. Masyarakat harus selektif dan kurang lebih punya pengalaman memesan barang dari teman ataupun pihak keluarga. Jangan sampai asal memesan barang dengan orang lain yang tidak kita kenal latar belakangnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
powerman