Tutup Iklan
Tryout.id
  
Pentingnya Mengganti Sprei Tepat Waktu, Kesehatan Jaminannya

Pentingnya Mengganti Sprei Tepat Waktu, Kesehatan Jaminannya

Nur AK
10 Feb 2018
Dibaca : 196x
Rupanya, pasangan yang telah menikah ternyata lebih menjaga kebersihan tempat tidur daripada mereka yang masih lajang.

MattressAdvisor melakukan survei pemakaian sprei yang diikuti oleh 1.000 orang di Amerika Serikat. Hasilnya adalah rata-rata orang menunggu lebih dari tiga minggu untuk mengganti seprainya.

Rupanya, pasangan yang telah menikah ternyata lebih menjaga kebersihan tempat tidur daripada mereka yang masih lajang. Pasangan tersebut rata-rata mengganti seprai setiap 19 hari sekali dan mengganti sarung bantal setiap 22 hari. Bandingkan dengan mereka yang masih single yang mengganti seprai hanya setiap 37 hari dan mengganti sarung bantal setiap 34 hari.

Sementara itu, para ahli kebersihan merekomendasikan agar kita mengganti atau mencuci seprai setiap minggu, atau paling tidak setiap dua minggu sekali. Hal tersebut berkaitan dengan tingkat kebersihan yang dilakukan wanita lajang lebih menjaga kebersihannya daripada pria.

Inilah beberapa alasan kenapa sprei yang kita gunakan harus diganti setiap maksimal 2 minggu sekali:

Meskipun tempat tidur terlihat bersih, namun pada kenyataanya sprei dan sarung bantal jauh lebih kotor dari apa yang terlihat. Hal itu karena seprai terkena keringat kita sekitar 98 liter setiap tahunnya. Begitu pula dengan lapisan kulit kita juga sering mengelupas dan mengenai seprai sekitar 10 gram setiap harinya. Padahal, rata-rata manusia menghabiskan sepertiga hidupnya di atas tempat tidur. 

Philip Tierno, ahli mikrobiologi sekaligus profesor klinis mikrobiologi dan patologi di NYU School of Medicine, mengatakan, setiap malam, gravitasi menarik keringat, air liur, dan ekskresi lainnya ke dalam seprai, bantal, dan kasur. Sel-sel kulit kita yang mengelupas dan mengenai seprai juga akan menjadi makanan tungau. Itulah mengapa, pada akhirnya tungau debu, kotoran dan hewan mikroskopik akan mengumpul di tempat tidur, bantal, dan kasur.

Efek samping lainnya saat tempat tidur dipenuhi oleh tungau atau substansi lain yang menyebabkab alergi adalah hidung berlemak atau gatal, bersin dan batuk, mata berair, sakit kepala, serangan asma yang memburuk, jerawat, iritasi kulit, atau eksim. Bahkan, hal ini bisa menyebabkan beberapa infeksi jamur, dan bakteri. Hal ini juga dapat membuat kualitas tidur terganggu karena kita akan terbangun akibat rasa gatal, bersin, dan sesak napas sepanjang malam. Dan, kualitas tidur malam hari yang buruk dapat mengurangi produktivitas pagi hari.

Bahkan, serpihan kulit dan bulu binatang juga bisa terakumulasi pada seprai dan sarung bantal meskipun kita tak memiliki hewan peliharaan. Benda-benda tersebut bisa masuk lewat udara.

Remah-remah makanan saat kita makan di atas tempat tidur, bakteri, dan spora jamur dari tubuh dan lingkungan sekitar, serta minyak atau lotion yang kita gunakan sebelum tidur juga akan menumpuk pada seprai.

Menurut Philip, lingkungan di kasur sama halnya dengan taman botani. Saat kita merebahkan diri di atas tempat tidur, kita menghirup materi tersebut selama delapan jam atau lebih di malam hari. Hal ini bisa menyebabkan terganggunya pernapasan atau masalah kesehatan lainnya.

Kabar baiknya, Philip Tierno mengatakan hal ini bisa diatasi dengan menggunakan pelindung kasur luar dan bantal anti air yang biasa digunakan oleh para penderita asma dan alergi. Perlindungan tersebut bisa mencegah sesuatu masuk atau keluar dari bantal dan kasur, jadi kita tak perlu mencucinya setiap minggu seperti yang harus dilakukan pada seprai biasa.

Bagaimana sahabat LampuHijau? Cukup mengerikan bukan efek sprei yang jarang diganti oleh pemiliknya?

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2018 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2018 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
powerman