Pergerakan Harga Minyak Mentah AS Berhenti di Kisaran Level US$57 Per Barel

Pergerakan Harga Minyak Mentah AS Berhenti di Kisaran Level US$57 Per Barel

Nur AK
19 Des 2017
Dibaca : 391x
“Satu-satunya hal yang menahan pasar di level ini adalah masalah terkait Forties,” kata Bob Yawger, Direktur Futures Mizuho yang berbasis di New York.

Pergerakan harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) dikabarkan berhenti di kisaran level US$57 per barel pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Senin (18/12), ketika para pekerja minyak di Nigeria berhenti melakukan pemogokan dan proses perbaikan pada pipa minyak di Laut Utara berlanjut cepat.

Dilansir Bloomberg, para pekerja manajerial di Nigeria, negara penghasil minyak mentah terbesar kedua di Afrika, menghentikan aksi pemogokan mereka dan setuju untuk membuka kembali diskusi bulan depan.

Pada saat yang sama, pemilik Forties Pipelines System di Laut Utara, yang membantu menetapkan harga minyak internasional, mengatakan proses perbaikan pada retakan yang menghentikan pengiriman seminggu yang lalu berada di jalur positif.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari ditutup turun 14 sen di level US$57,16 per barel di New York Mercantile Exchange. Total volume yang diperdagangkan mencapai 23% di bawah rata-rata 100 hari.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Februari mampu berakhir naik 18 sen di US$63,41 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

“Pelaku pasar yang percaya dengan sentimen pemogokan mungkin mengambil beberapa keuntungan,” ucap Phil Flynn, analis pasar senior di Price Futures Group Inc., seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (19/12/2017).

Serikat pekerja Nigeria yang dikenal sebagai Pengassan berhenti bekerja setelah diskusi menemui jalan buntu pada akhir Minggu (17/12), menurut seorang juru bicara. Serikat pekerja, menteri tenaga kerja Nigeria, dan Neconde Energy Ltd. akan memulai kembali perundingan pada bulan Januari.

Sementara itu, pihak manajeman Ineos Group dalam surat elektroniknya mengatakan retakan yang mendorong perusahaan untuk menutup sistem Forties pada 11 Desember belum menyebar luas. Perbaikan terhadapnya diharapkan selesai dalam beberapa pekan.

“Satu-satunya hal yang menahan pasar di level ini adalah masalah terkait Forties,” kata Bob Yawger, Direktur Futures Mizuho yang berbasis di New York.

“Potensinya ada pada pelaku pasar untuk mulai menanggung posisi spekulatif. Saya akan cenderung berpikir akan ada pelepasan posisi yang lambat untuk mengantisipasi kembali dimulainya (sistem),” tambahnya.

“Arah pasar minyak akan ditentukan pemberitaan tentang hal ini dalam dua pekan ke depan,” jelas Bow Yawger, seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (17/11/2017).

Turut membebani harga minyak pada perdagangan kemarin, para pengebor AS dikabarkan mendorong produksi minyak mentah mingguannya ke level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade, sekaligus mengangkat kekhawatiran terkait kelebihan global yang berkelanjutan.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2020 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2020 LampuHijau.com
All rights reserved