Politisi PAN : " TKA Alexis yang Terbukti Ilegal Dideportasi saja"

Politisi PAN : " TKA Alexis yang Terbukti Ilegal Dideportasi saja"

Bang RM
5 Nov 2017
Dibaca : 290x
Jumlah TKA di Hotel dan Griya Pijat Alexis ada 104 Orang, Thailand Paling Banyak

LampuHijau - Hotel dan Griya Pijat Alexis yang tidak diperpanjang izin usahanya oleh Pemprov DKI Jakarta, menyisakan ribuan pekerja yang bakal kehilangan pekerjaan. Dari data ribuan pekerja Alexis tercatat 104 orang TKA yang bekerja di Hotel dan Griya Alexis.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, meminta Kemenaker untuk menelusuri ratusan pekerja Alexis yang merupakan Tenaga Kerja Asing (TKA) ini. Saleh menduga dan meyakini kalau ratusan TKA ini tidak mungkin datang sendiri dan bekerja di Alexis, menurutnya pasti ada yang mengkoordinir dan mempekerjakan ratusan TKA ini. "Perlu ditelusuri dengan siapa mereka terikat kerja", ujar Saleh. 

Memang sudah tidak rahasia lagi kalau banyk tenaga kerja di Indonesia yang bekerja melalui penyalur atau agen yang bekerja sama dengan pihak perusahaan. Khusus TKA Alexis, harus ditelusuri apakah mereka terikat kontrak kerja dengan Hotel Alexis langsung ataukah lewat agen. Masalah yang akan timbul jika para TKA ini terikat kontrak dengan Agen atau penyalur kerja.

Lebih jauh, Saleh yang juga Wakil Sekjen PAN ini menegaskan bahwa jika para TKA ini terbukti merupakan tenaga Ilegal, Kemenaker harus segera mendeportasi tenaga kerja asing ini kembali ke negaranya masing-masing. Namun jika terdapat pelanggaran prosedur saja harus segera diproses sesuai dengan ketentuan peraturan ketenaga kerjaan yang berlaku di Indonesia.

Banyaknya Tenaga Kerja Asing yang masuk ke Indonesia harus diawasai secara ketat oleh pihak Kemenaker, mulai dari izin masuk ke Indonesia, dokumen ketengakerjaan, dokumen Imigrasi dan kehlian yang dimiliki TKA yang masuk ke Indonesia. Sering ditemukan kasus, izin visa untuk berlibur tapi ternyata digunakan untuk bekerja.

"Jangan sampai mereka yang datang ke Indonesia justru menyalahgunakan Visa kunjungannya dengan bekerja, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, nantinya urusannya jadi sulit", Tambah Saleh.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved