Prabowo Bilang Indonesia Bakalan Bubar di Tahun 2030

Prabowo Bilang Indonesia Bakalan Bubar di Tahun 2030

Nur AK
21 Maret 2018
Dibaca : 338x
Dengan semangatnya berpidato, jebolan TNI tersebut mengaitkan beberapa kekayaan alam dan ciri khas negara Indonesia di mata dunia.

Ada yang mengejutkan dari laman Facebook resmi Partai Gerindra yakni munculnya video yang berisi pidato politik oleh Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Video tersebut tak lain diunggah oleh pihak Gerindra sendiri.

Namun, ketika Anda membuka video tersebut, Anda menjadi tertampar lantaran perkataan Prabowo yakni nasib Indonesia di tahun 2030 diprediksi bakal bubar. Hal itulah yang dikaji lebih dalam dan dimuat pada isi videonya.

Dengan semangatnya berpidato, jebolan TNI tersebut mengaitkan beberapa kekayaan alam dan ciri khas negara Indonesia di mata dunia. Prabowo menegaskan, kajian bangsa lain tak menyertakan Indonesia di tahun 2030, malahan kajian itu memprediksi Indonesia akan bubar.

Apa maksud dari kata’bubar’ tersebut? coba kita baca cuplikan kata dari isi pidato tersebut:

"Saudara-saudara. Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030," tegas Prabowo dikutip dalam video itu.

Kemudian, prediksi lain adalah Indonesia juga akan kehilangan beberapa tanahnya.

"Bung, mereka ramalkan kita ini bubar, elite kita ini merasa bahwa 80 persen tanah seluruh negara," imbuh Prabowo.

Bahkan, negara hanya menguasai asetnya sebesar satu persen saja. Begitu pula kekayaan Indonesia akan dibawa dan dimanfaatkan ke luar negeri maupun oleh negara asing. Prabowo mengungkapkan, jika seseorang melakukan kecurangan sedikit demi sedikit, kalau dibiarkan maka akan menjadi memburuk.

"Ini yang merusak bangsa kita, saudara-saudara sekalian. Semakin pintar, semakin tinggi kedudukan, semakin curang, semakin culas, semakin maling. Tidak enak kita bicara, tapi sudah tidak ada waktu untuk kita pura-pura lagi," ucap Prabowo.

Menanggap hal tersebut, Waketum Gerindra, Fadli Zon membenarkan bahwa video itu merupakan pidato Prabowo. Menurutnya, hal itu ditujukan sebagai peringatan bagi pemerintah Indonesia yang belum bisa mengelola dan mengurus negara dengan baik.

"Jadi begini, ini namanya warning ya. Tentu kita ingin Indonesia lebih tahun dari 1000 tahun, sampai kiamat kalo perlu. Tetapi kalau cara memimpin Indonesia seperti sekarang ya bisa kacau," kata Fadli.

Kendati demikian, sebagai rakyat juga tak bisa berkutik, karena yang menjalankan sistem pemerntahan adalah para komponen pemegang jabatan itu sendiri. Meskipun negara Indonesia ini adalah negara demokrasi. Namun, pemerintah belum sepenuhnya memberikan demokrasi itu dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Sebagai Wakil Ketua DPR, Fadli berkaca pada negara Uni Soviet yang tak bisa bertahan lama. Seperti halnya Indonesia, saat ini juga tersandera dalam lilitan utang negara yang besar dan rumit.

"Kita lihat pengalaman Uni Soviet negara yang sangat kuat saja bertahan hanya 70 tahun. Padahal dia punya partai yang sangat kuat dia punya Red Army yang sangat kuat. Saya kira yang saat ini udah banyak salah jalan. Seperti masuk jerat hutang," ujar Fadli.

Sebenarnya pembangunan infrastruktur juga dapat mempengaruhi utang negara semakin meningkat. Namun, kita sebagai bangsa yang baik harusnya lebih mengubah cara berpikir kita dan menjadi roda-roda kehidupan bagi negara Indonesia.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved