Presiden Perancis Melarang Siswa Menggunakan Telepon Genggam di Sekolah

Presiden Perancis Melarang Siswa Menggunakan Telepon Genggam di Sekolah

Nur AK
13 Des 2017
Dibaca : 625x
Pelarangan ponsel juga bertujuan meminimalisasi aksi bully di dunia maya.

Seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan tekonologi yang tiada henti, membuat tekonologi yang digunakan masyarakat semakin maju. Terlebih pada usia anak-anak yang sekarang sudah mencicipi canggihnya teknologi modern, terutama telepon genggam.

Perancis berencana melarang penggunaan telepon genggam di semua sekolah di Prancis mulai September tahun depan. Pelarangan ponsel juga bertujuan meminimalisasi aksi bully di dunia maya. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan Presiden Emmanuel Macron untuk mendorong anak-anak usia sekolah bermain di luar ruangan saat jam istirahat, bukan malahan sibuk bermain ponsel yang mereka bawa ke sekolah.

"Zaman sekarang, anak-anak sudah tidak lagi bermain di luar ruangan saat jam istirahat. Mereka hanya duduk dan bermain smartphones. Dari sisi edukatif, ini adalah sebuah masalah," ucap Menteri Pendidikan Prancis Jean-Michel Blanquer.

"Penting bagi anak di bawah usia 7 tahun untuk tidak terus berada di depan layar," lanjutnya, seperti dilansir Sky News, Selasa 12 Desember 2017.

Semua sekolah di Perancis sudah melarang penggunaan telepon genggam di kelas. Namun aturan terbaru juga akan melarang siswa sekolah menggunakannya saat jam istirahat, makan siang dan di waktu kosong antar jam belajar.

Blanquer, yang menyebut keputusan pemerintah ini sebagai bagian dari "kesehatan publik," mengakui bahwa teknis dari larangan ini belum diputuskan. Namun ia menyarankan agar sekolah-sekolah menyediakan loker bagi siswa untuk menyimpan telepon genggam selama jam sekolah.

"Kami sedang merumuskan aturan ini, dan nantinya dapat berjalan dengan berbagai metode," sebut Blanquer.

Telepon genggang hanya boleh digunakan pada saat tertentu ketika diperlukan untuk keperluan mengajar dan kepentingan darurat.

"Telepon genggam mungkin dibutuhkan untuk keperluan mengajar atau kepentingan darurat. Oleh karenanya, telepon genggam masih boleh dibawa, namun disimpan dan dikunci di loker," sambung dia.

Aturan ini hanya akan berlaku bagi sekolah dasar dan menengah pertama. Sekolah menengah umum, di mana siswanya berusia antara 15 dan 18 tahun, masih diperbolehkan menggunakan telepon genggam.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2020 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2020 LampuHijau.com
All rights reserved